Laga Berjalan Keras di RTH Bajulmati, Sejumlah Tekel Keras Tak Berbuah Kartu dari Wasit Agus Pelo
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Ide brilian Kepala Desa (Kades) Bajulmati. Acmad Thoha dalam mewadahi pecinta serta pecandu bola di Desa Bajulmati layak menjadi trendsetter bagi perkembangan sepak bola di wilayah Kecamatan Wongsorejo.
Pada tournament mini soccer yang dihelat pada perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, terlahir banyak talenta handal pemain sepak bola.
Hal tersebut terbukti dengan diturunkannya beberapa pemain sepak bola muda untuk ambil bagian dalam tournament mini soccer tingkat Rukun Warga (RW) se Desa Bajulmati.
Bertempat di Ruang Terbuka Hujau (RTH) Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur digelar. Rabu, 12 Agustus 2026.
Adalah tim RW 2 Dusun Karanganyar yang berani menghadirkan serta memberikan kesempatan pada talenta – talenta muda berbakat untuk ambil bagian.
Sedangkan lawan dalam perebutan point tertinggi di grop C kali ini akan menghadapi tim dari RW 4 Dusun Galekan yang didominasi pemain dengan postur tinggi besar.
Dengan mengandalkan postur tinggi besar, tim RW 4 Dusun Galekan memainkan pola permainan cepat dan keras.
Tak ayal, beberapa pemain tim RW 2 Dusun Karanganyar harus terjungkal di areal lapangan RTH Bajulmati namun tidak mendapatkan apreasisi dari wasit Agus Pelo dengan memberikan sanksi pada tim RW 4 Dusun Galekan karena pelanggaran tersebut luput dari pengawasan wasit Agus Pelo.
Bahkan jika dihitung sejak babak pertama hingga babak kedua berakhir, lebih dari 5 kali hands ball yang terjadi dan berapa diantaranya terjadi di kotak pinalti tim RW 4 Dusun Galekan yang juga luput dari sanksi wasit Agus Pelo.
Tapi bola itu bundar! Saat peluit panjang berbunyi, seluruh pemain langsung menunjukkan kemampuan maksimal dalam penguasaan bola.
Dengan postur yang lebih kecil, tim RW 2 Dusun Karanganyar menghindari pola benturan langsung dengan lawan yang memiliki postur tinggi besar.
Pola ini ternyata mampu membuat tim RW 2 Dusun Karanganyar mampu menguasai lebih dari 75 persen permainan sepak bola.
Dan benar saja, melalui kaki pemain depan RW 2 Dusun Karanganyar Dapit akhirnya mampu mengoyak gawang dari tim RW 4 Dusun Galekann pada babak pertama.