Capaian Empat OPD Rendah, Walikota Mataram Masih Optimistis Capai Target
- Ramli Ahmad/ VIVA Bali
Mataram, VIVA Bali –Pemerintah Kota Mataram mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pada empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Semester I 2026 masih berada di bawah 50 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi ini mendapat perhatian serius Walikota Mataram.
Keempat OPD yang realisasi PAD-nya masih rendah diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata. Saat ini, capaian PAD dari sektor retribusi berada pada kisaran 30 hingga 40 persen.
Walikota Mataram, Mohan Roliskana, telah memanggil seluruh OPD terkait untuk meminta mereka lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun 2026.
"Mereka punya terobosan, mereka punya inovasi, terus mencoba mencari apakah itu intensifikasi bahwa ekspansi dari peran pajak tetap. Namun sekali lagi, kondisi ini memang harus memaksa kita lebih keras lagi. Tidak harus berada di zona nyaman, upaya harus lebih keras lagi," tegas Mohan Roliskana, Senin 13 Juli 2026.
Dalam rapat koordinasi, pemerintah daerah mengakui bahwa para kepala OPD dan perangkatnya menghadapi tantangan pekerjaan yang paralel. Di satu sisi, mereka mengerjakan tugas-tugas teknis yang tidak mudah, di sisi lain juga harus menjadi pengampu pocket center untuk mendatangkan retribusi.
"Di satu sisi mereka mengerjakan tugas-tugas teknis yang juga tidak mudah. Di sisi lain juga ada sebagai pengampu pocket center untuk bisa kedatangan retribusi piati dan lain-lain. Nah ini berjalan-berjalan bersama-samaan," jelas salah satu pejabat dalam rapat.
Sebagai contoh, Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang mengurus sampah juga harus menarik retribusi sampah. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang didominasi pekerjaan teknis juga memiliki tugas terkait reklame dan penyerotan pinjol yang merupakan sumber retribusi.
"PU sebenarnya kalau kita bicara dominasi pekerjaan itu teknis. Tapi di situ melekat juga tugas. Misalnya untuk reklame, reklame masuk di PU. Termasuk juga untuk penyerotan pinjol dan lain-lain. Itu bagian dari sumber-sumber retribusi," lanjut penjelasan tersebut.
Meskipun realisasi masih di bawah target, pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh OPD telah bekerja keras dan memiliki terobosan. Untuk itu, beberapa strategi telah disiapkan.