Syarat Mutlak mengaspal di Bali, Jaminan SUT dan Standar Emisi di Balik Peluncuran DFSK E5 plus
- Dewi Divianta/ VIVA Bali
Bali, VIVA Bali - Ekspansi DFSK E5 Plus di Bali tidak hanya memberikan produk baru, tapi sebagai ajang pembuktian dari komitmen produksi hingga transparansi terkait regulasi termasuk tentang kualitas manufaktur, kelayakan uji emisi dan juga kelayakan hukum di jalan yang dibutuhkan oleh konsumen.
Menurut Direktur Pusat Penjualan PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin tahapan pengujian resmi harus sudah dilakukan sebelum produk diluncurkan ke pasar secara luas. Dari sisi legalitas, kelayakan sebuah kendaraan di jalan raya ditentukan oleh pemenuhan uji batas emisi sesuai regulasi pemerintah. Hal tersebut penting untuk memastikan kendaraan memenuhi kategori kapasitas mesin 1.500 cc, sekaligus menentukan besaran pajak serta syarat penerbitan dokumen kendaraan.
"Kalau uji emisinya tidak lulus, tidak boleh dijual. Artinya, Sertifikat Uji Tipe (SUT) tidak akan keluar. Kalau SUT tidak keluar, kendaraan tidak bisa mendapatkan STNK dan dokumen lainnya," tegas Cing Hok Rifin usai test drive di kawasan Denpasar, Bali, Selasa 22 September 2026.
Tak hanya itu, kualitas konsisten dari kendaraan tersebut didukung oleh fasilitas manufaktur milik perusahaan otomotif yang memproduksi manufaktur di kawasan Cikande, serang, Banten. Pabrik berteknologi industri 4.0 tersebut menerapkan tingkat otomasi berbasis robotik mencapai 95 persen pada proses pencetakan (stamping) dan 90 persen pada proses pengecatan (painting), dilanjutkan dengan tahapan inspeksi ketat End-of-Line (EOL) sebelum unit didistribusikan.
Kepastian mutu produksi dan pemenuhan regulasi tersebut menjadi modal kuat saat menyapa konsumen di Pulau Dewata yang memiliki karakter mobilitas unik dan dinamis. "Bali memiliki karakter mobilitas yang berbeda. Salah satu destinasi dengan aktivitas yang sangat dinamis, kendaraan di Bali dituntut mampu memberikan kenyamanan untuk mobilitas harian sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan antar kawasan. Inilah yang membuat kami melihat Bali sebagai pasar yang sangat relevan bagi E5 Plus," ujar Cing Hok Rifin.
Di sisi lain, kesiapan dari sisi jaringan penjualan dan purna jual di daerah turut diperkuat melalui kemitraan strategis dengan dealer lokal di Bali. Seperti yang disampaikan oleh pemilik PT Bevos Auto Mandiri, Hartono Kurniawan yang menyebut kesiapannya dalam mendukung ekspansi kendaraan ramah lingkungan ini.