Hiu Paus Botubarani: Wisata Bahari yang Mengutamakan Konservasi

Hiu Paus Botubarani: Wisata Bahari yang Mengutamakan Konservasi
Sumber :
  • https://www.google.com/imgres?q=Ikan%20Hiu%20Paus%20di%20Botubarani&imgurl=https%3A%2F%2Fwww.indonesia.travel%2Fc

Wisata, VIVA Bali –Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menawarkan pengalaman wisata bahari yang berbeda. Di perairan desa ini, wisatawan berpeluang melihat hiu paus (Rhincodon typus) berenang dekat garis pantai Teluk Tomini.

img_title Menjelajah Cahaya Misterius Laut Tropis Lewat Snorkeling Night Ride

Daya tarik tersebut membuat Botubarani dikenal sebagai salah satu destinasi wisata hiu paus di Indonesia. Pengunjung dapat mengamati satwa laut berukuran besar ini dari perahu atau mengikuti kegiatan di air sesuai kemampuan, kondisi perairan, dan ketentuan pengelola.

Namun, kunjungan ke Botubarani bukan sekadar kesempatan mengambil foto bersama satwa liar. Kawasan ini juga memiliki nilai penting bagi konservasi laut dan kehidupan masyarakat pesisir.

img_title Menjajal River Tubing Sungai Bahorok: Sensasi Mengapung Bersama Orangutan

Konservasi Hiu Paus, Tanggung Jawab Bersama

Hiu paus merupakan spesies ikan terbesar di dunia. Meski berukuran besar, satwa ini memakan organisme kecil, seperti plankton, serta makanan lain yang sesuai dengan pola makannya.

img_title Menjajal Mengarungi Sungai Asahan: Lokasi Rafting Terbaik Ke-3 Dunia

Pemerintah telah menetapkan perlindungan penuh terhadap hiu paus melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. Ketentuan tersebut melarang pemanfaatan yang bersifat ekstraktif terhadap satwa ini.

Kawasan perairan Teluk Gorontalo ditetapkan sebagai kawasan konservasi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 127 Tahun 2023.

Dalam pemantauan periode 2023 hingga April 2025, hiu paus di Botubarani tercatat muncul rata-rata 28 kali per bulan. Data tersebut menunjukkan pentingnya kawasan ini sebagai lokasi kemunculan hiu paus, meskipun kemunculan pada setiap hari kunjungan tidak dapat dijamin.

Pada April 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama mitra konservasi memasang penanda satelit pada dua hiu paus di perairan Botubarani. Langkah ini membantu peneliti mempelajari pergerakan dan pola migrasi satwa tersebut.

Upaya konservasi membutuhkan kerja sama pemerintah, nelayan, operator wisata, peneliti, dan pengunjung. Wisata yang bertanggung jawab harus mengutamakan perlindungan satwa, bukan sekadar mengejar kedekatan untuk mendapatkan foto.

Cara Berinteraksi dengan Hiu Paus secara Aman

Wisatawan dapat memilih beberapa jenis aktivitas. Berdasarkan informasi Desa Wisata Botubarani di portal resmi JADESTA, tersedia wisata menggunakan perahu, snorkeling atau berenang di permukaan, freediving, dan diving.

Bagi pengunjung yang tidak bisa berenang, pengamatan dari perahu menjadi pilihan yang lebih sesuai. Snorkeling dapat dipertimbangkan oleh pengunjung yang mampu berenang dan mengikuti arahan pemandu. Sementara itu, diving memerlukan kompetensi dan persyaratan keselamatan yang sesuai.

Halaman Selanjutnya
img_title