Koster Ajak Warga Bali Pilah Sampah dari Sumbernya
- https://www.baliprov.go.id/web/wp-content
Denpasar, VIVA Bali –Pemerintah Provinsi Bali menggelar Apel Siaga Pilah Sampah di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, sebagai langkah memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perubahan pola pengelolaan sampah di Bali dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Bali, apel siaga tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. Kegiatan itu diikuti ribuan peserta yang terdiri atas pelajar tingkat SD, SMP, SMA, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum.
Pelaksanaan Apel Siaga Pilah Sampah merupakan rangkaian agenda menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan Bali yang bersih dan bebas dari persoalan sampah.
"Persoalan sampah harus dituntaskan dari sumbernya," tegas Gubernur Wayan Koster sebagaimana dikutip dari rilis resmi Pemerintah Provinsi Bali.
Koster menjelaskan, Bali menjadi provinsi pertama yang memulai gerakan pilah sampah karena memiliki posisi strategis sebagai barometer nasional sekaligus destinasi wisata dunia. Oleh sebab itu, keberhasilan pengelolaan sampah di Bali diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Ia mengajak seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, kantor pemerintahan, desa adat, pelaku usaha, hingga berbagai komunitas untuk membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari tempat asalnya. Dengan langkah tersebut, volume sampah yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat dikurangi secara signifikan.
Menurut Koster, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas pemrosesan akhir. Kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan menjadi fondasi utama agar proses daur ulang maupun pengolahan sampah berjalan lebih efektif.