Koster Ajak Warga Bali Pilah Sampah dari Sumbernya

Apel Siaga Sampah di Bali
Sumber :
  • https://www.baliprov.go.id/web/wp-content

Denpasar, VIVA BaliPemerintah Provinsi Bali menggelar Apel Siaga Pilah Sampah di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, sebagai langkah memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perubahan pola pengelolaan sampah di Bali dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

img_title Dua Desa di Kabupaten Gianyar Lolos 16 Besar Desa Transparan KIP Bali 2026

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Bali, apel siaga tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. Kegiatan itu diikuti ribuan peserta yang terdiri atas pelajar tingkat SD, SMP, SMA, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum.

Pelaksanaan Apel Siaga Pilah Sampah merupakan rangkaian agenda menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan.

img_title Indosat: Bali Jadi Barometer Adopsi 5G, Pengguna Turis Tumbuh Double Digit

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan Bali yang bersih dan bebas dari persoalan sampah.

"Persoalan sampah harus dituntaskan dari sumbernya," tegas Gubernur Wayan Koster sebagaimana dikutip dari rilis resmi Pemerintah Provinsi Bali.

img_title Pemkot Mataram dan UNRAM Bersinergi Kelola Sampah

Koster menjelaskan, Bali menjadi provinsi pertama yang memulai gerakan pilah sampah karena memiliki posisi strategis sebagai barometer nasional sekaligus destinasi wisata dunia. Oleh sebab itu, keberhasilan pengelolaan sampah di Bali diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Ia mengajak seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, kantor pemerintahan, desa adat, pelaku usaha, hingga berbagai komunitas untuk membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari tempat asalnya. Dengan langkah tersebut, volume sampah yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat dikurangi secara signifikan.

Menurut Koster, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas pemrosesan akhir. Kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan menjadi fondasi utama agar proses daur ulang maupun pengolahan sampah berjalan lebih efektif.

Halaman Selanjutnya
img_title