Paparan Sinar UV hingga Cahaya Biru pada Ponsel Dapat Memicu Penuaan Dini
- https://www.freepik.com/free-photo/young-female-blue-shirt-posing-pink-wall_8353657.htm#fromView=search&page=1&position=29&uuid=874afdbd-b53d-4486-9687-5a06e7b7ea1b&query=Penuaan+dini+
Lifestile, VIVA Bali – Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan menua secara alami. Namun, pada sebagian orang, tanda-tanda penuaan justru muncul lebih cepat dari seharusnya. Kondisi ini dikenal sebagai penuaan dini, ketika kulit, rambut, atau tubuh tampak lebih tua dibanding usia sebenarnya.
Dilansir dari Cleveland Clinic, penuaan dini biasanya ditandai dengan munculnya keriput, bintik hitam, kulit kering, hilangnya elastisitas kulit, hiperpigmentasi di area dada, hingga kulit yang mulai mengendur. Tak jarang, rambut mulai rontok atau memutih, bahkan wajah terlihat lebih tirus karena pipi yang cekung.
Penyebab Penuaan Dini
Adapun, sebagian besar penyebab penuaan dini bukan berasal dari faktor genetik, melainkan gaya hidup dan lingkungan. Paparan sinar matahari menjadi faktor terbesar. Sinar ultraviolet atau UV dari sinar matahari membuat kulit menua lebih cepat dari seharusnya.
Hasilnya disebut photoaging, yang bertanggung jawab atas 90 persen perubahan kulit yang terlihat. Sinar UV merusak sel-sel kulit dan memicu perubahan dini seperti bintik penuaan. Paparan ini juga meningkatkan risiko kanker kulit.
Bahkan, paparan cahaya biru dari layar perangkat elektronik seperti gawai atau disebut blue light juga berkontribusi terhadap penurunan elastisitas kulit. Sinar inframerah tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan sebagai panas. Bentuk cahaya ini tidak meningkatkan risiko kanker kulit, namun tetap memengaruhi kolagen dan elastisitas kulit.
Selain itu, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tidak sehat, kurang tidur, dan stres juga menjadi pemicu utama. Racun dalam rokok dapat merusak kolagen yang menjaga kulit tetap kenyal. Sementara pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan mempercepat kerusakan kulit.