Hargai Kreativitas, Tolak Buku Bajakan Demi Literasi Berkualitas

Membeli buku asli untuk karya lebih bermutu.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-berdiri-di-samping-toko-buku-1254044/

Lifestyle, VIVA Bali – Membeli buku bajakan mungkin terlihat seperti jalan pintas untuk mendapatkan bacaan favorit dengan harga murah. Namun, di balik praktik ini terdapat dampak negatif yang luas terhadap penulis, penerbit, dan ekosistem literasi secara keseluruhan. Menolak buku bajakan adalah langkah penting dalam mendukung budaya membaca yang sehat.

Dampak Negatif Pembajakan Buku Terhadap Penulis dan Industri

Ingin Mendaki Gunung? Simak 4 Tips Hiking Untuk Pemula!

 

Pembajakan buku merugikan penulis dan industri penerbitan secara finansial dan moral. Laman Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), dikutip dari pernyataan sikap anti-pembajakan, seringkali menyoroti bahwa setiap buku bajakan yang beredar berarti hilangnya potensi pendapatan bagi penulis dan penerbit yang telah berinvestasi dalam penciptaan karya. Penulis mengandalkan royalti dari penjualan buku asli untuk keberlanjutan karya mereka. Pembajakan mengurangi insentif bagi penulis untuk berkarya, yang pada akhirnya dapat membatasi ketersediaan buku-buku berkualitas.

Perlindungan Hak Cipta Menurut Pemerintah

Tips Menghemat Listrik di Rumah agar Tagihan Tidak Membengkak

Undang-undang hak cipta di Indonesia, yang diatur oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), memberikan perlindungan hukum bagi karya cipta. Laman DJKI, dikutip dari penjelasan undang-undang hak cipta, menyatakan bahwa pembajakan karya cipta merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pidana dan denda.

Hak cipta melindungi hak moral dan hak ekonomi pencipta, memastikan bahwa mereka mendapatkan pengakuan dan imbalan yang layak atas hasil karya intelektual mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title
Tidur Siang Berlebihan Bisa Ganggu Jantung!