Mengarak Boneka Kertas pada Festival Higantes
- https://www.abs-cbn.com/life/11/20/22/higantes-festival-muling-ipinagdiwang-sa-angono-rizal
Budaya, VIVA Bali –Budaya mengarak patung kertas seperti mengarak banyak boneka besar. Simbolisasi budaya luhur yang tidak kolot ini adalah budaya membawa pesan besar bagi bangsa dan negara. Budaya mengarak boneka-boneka kertas ini ditemukan bertahun-tahun dalam Festival Higantes di Provinsi Rizal, Filipina. De Guzman (2022) menyebutkan dalam bahasa Tagalog “Masaya at excited ang mga taga-Angono, Rizal dahil matapos ang dalawang taon na nahinto ang Higantes Festival, muli silang pumarada ngayong Linggo para ipagdiwang ang kapistahan ng kanilang patron na si Saint Clement”. De Guzman (2022) mengatakan dalam terjemahan bahasa Indonesia bahwa para warga Angono, Provinsi Rizal merasa senang dan gembira karena setelah dua tahun Festival Higantes dihentikan karena pandemi Covid-19 melanda Filipina, mereka kembali berpawai pada November 2022 untuk merayakan Pesta Santo Pelindung Umat Katolik, Santo Klemens.
Cara Menganalisis Festival Higantes
Festival Higantes digelar rutin diiringi alunan musik dan tari-tarian, khususnya digelar berbagai kesenian dan berakar dari sejarah Hispanik. De Guzman (2022) menguraikan dalam Bahasa Tagalog “Nakadagdag rin ng saya sa parada ang mga sumasayaw at mga banda mula sa iba’t ibang paaralan ng Angono”. De Guzman (2022) mengatakan dalam terjemahan bahasa Indonesia, para penari dan grup musik dari berbagai sekolah di Angono juga menambah semarak pawai Higantes. Boneka besar dalam Festival Higantes adalah boneka yang berbahan dasar kertas. De Guzman (2022) menguraikan dalam, bahasa Tagalog “Tampok dito ang mahigit 100 na mga higante na gawa sa paper mache, kawayan, at aluminum na may iba’t ibang disenyo”. De Guzman (2022) menguraikan dalam terjemahan bahasa Indonesia “Pameran ini menampilkan lebih dari 100 patung raksasa yang terbuat dari kertas bubur, bambu, dan aluminium dengan berbagai desain”.