Eksplorasi Kisah Desa Budaya Pampang di Samarinda

Cerita Harmoni Desa Budaya Pampang Samarinda
Sumber :
  • https://www.setda.kaltimprov.go.id/berita/akmal-desa-budaya-pampang-ini-bukan-hanya-milik-samarinda

Budaya, VIVA Bali –Salah satu pemukiman Suku Dayak Kenyah yang masih menjalankan tradisi leluhur yakni Desa Budaya Pampang, Samarinda. Mulai dari budaya telinga panjang hingga seni tato khas Dayak yang penuh makna masih sangat kental dilakukan saat memasuki kawasan tersebut.

img_title Kali Biru Prafi, Surga Air Jernih di Papua Barat

Berkunjunglah di hari Minggu pukul 14.00, Desa Budaya Pampang menggelar pertunjukkan seni tari tradisional secara rutin. Ada tarian di dalam Lamin Adat Pamung Tawai serta bisa berfoto bersama dengan penari. Kerajinan seperti manik-manik yang menjadi souvenir khas daerah untuk dibawa pulang.

Masyarakat setempat berkegiatan seperti membangun tradisi, bergotong-royong, menjalankan kegiatan keagaaman dan pertanian. Kehidupan adat akhirnya terus berkembang dan menjadi identitas kuat bagi Desa Pampang. Tepat pada tahun 1991, Provinsi Kalimantan Timur menetapkan des aini sebagai desa budaya.

img_title Hiu Paus Botubarani: Wisata Bahari yang Mengutamakan Konservasi

Setiap tahunnya des aini juga mengadakan perayaan khusus yang diberi nama Pelas Tahun, yakni pesat adat. Perayaan ini meliputi peringatan ulang tahun desa serta ungkapan syukur atas panen dan kehidupan bermasyarakat

Lamin Adat Pamung Tawai disebut sebagai ikon utama des aini, dengan bangunan kayu ulin yang penuh ukiran simbol Dayak. Dominasi warna hitam, putih, dan kuning yang berada hampir seluruh dinding, serta tiang besar yang berdiameter dua meter sebagai ciri khas.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

Tidak lengkap rasanya jika tidak melihat tarian adat seperti Tari Hudoq, Kancet Lasan, Ajay Pilling, Kanjet Ayam Tali, dan Tari Bangen Tawai. Pengunjung harus merasakan suasananya karena memiliki cerita dan makna sendiri. Hal tersebut dijelaskan sebelum pertunjukkan dimulai, penarinya juga mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Selain menikmati pertunjukkan, pengunjung juga bisa menyewa pakaian adat untuk berfoto di dalam Lamin dengan biaya sewa. Apabila ingin berfoto bersama dengan masyarakat bertelinga panjang, ada juga dikenakan biaya terpisah sebagai bentuk penghargaan.

Kini, Desa Budaya Pampang terbuka untuk wisatawan lokal, mancanegara, dan sering dikunjungi oleh tamu VIP. Melalui desa ini, pengunjung bisa membagikan ceritanya terkait tradisi dan identitas Dayak secara lebih luas di banyaknya hal menarik.