Budaya Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda, Ajaran Kristen Katolik
- https://www.abs-cbn.com/life/12/08/23/thousands-celebrate-feast-of-the-immaculate-conception
Budaya, VIVA Bali –Budaya masuk bulan Desember sebagai bagian pendalaman iman adalah belajar memasuki Misa Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda yang ditetapkan pada 8 Desember. 8 Desember menjadi tanggal untuk umat melaksanakan Misa Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda yang khidmat menurut ajaran dan kalender Liturgi Kristen Katolik. Sebuah misa Hari Raya Santa Maria ini dilaksanakan sebelum Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, Misa Hari Raya Kabar Sukacita kepada Santa Maria, Misa Hari Raya Santa Maria Diangkat Ke Surga, Misa Hari Raya Kelahiran Santa Perawan Maria, hingga Bulan Rosario Oktober dan Mei menurut ajaran dan kalender liturgi Gereja Kristen Katolik. Jika dilaksanakan Yubileum pada tahun tertentu, pelaksanaan Yubileum misalnya pada tahun 2025 mengusung tema “Para Peziarah Pengharapan” atau dalam bahasa Tagalog disebut “Lakbay Pag-asa” menurut ajaran dan kalender Liturgi Kristen Katolik. Yubileum pada tahun 2025 juga memiliki jadwal misa berupa melaksanakan Misa Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda menurut ajaran dan kalender Liturgi Kristen Katolik. Budaya masuk hari raya ini dilaksanakan pada masa Adven sebelum jadwal Misa Malam Natal 24 Desember hingga Misa Hari Raya Santa Maria Bunda Allah 1 Januari menurut ajaran dan Kalender Liturgi Gereja Kristen Katolik.
Bautista (dalam balita.com.ph, 2017, p. 5-7) menguraikan “Ang Immaculada Concepcion ay isang dogma (doktrina ng paniniwala) na ipinahayag ni Pope Pius IX noong Disyembre 8, 1854. Ang dogma ay inisyu sa isang “Papal Bull” na may pamagat na “Ineffabilis Deus” (Hindi Maisaysay na Diyos). Ang dogma ay nagtamo ng karagdagang kahalagahan mula sa apparition o pagpapakita ng Mahal na Birhen ng Lourdes noong Pebrero 11, 1858 kay Saint Bernadette”.
Bautista (dalam balita.com.ph, 2017) menulis dengan terjemahan bahasa Indonesia “Dikandung Tanpa Noda” adalah sebuah dogma yang diproklamasikan oleh Sri Paus Pius IX pada tanggal 8 Desember 1854 yang mana dogma ini dikeluarkan dari sebuah “Bulla Kepausan” yang berjudul “Ineffabilis Deus” yang berarti Tuhan yang Tak Terlukiskan dalam bahasa Tagalog dan Latin, bahkan dogma ini semakin penting setelah penampakan Santa Perawan Maria dari Lourdes pada 11 Februari 1858 kepada Santa Bernadette. Paroki Gereja Hati Kudus Tampa (dalam sacredheartfla-org, 2025) menulis Bulla Kepausan “Ineffabilis Deus” menjelaskan dogma ex cathedra tentang Dikandung Tanpa Noda. Keuskupan Agung Kota Little Rock (dalam dolr-org, 2024) menulis bahwa perayaan ini memiliki fokus pada peristiwa liturgi “Kabar Sukacita kepada Santa Perawan Maria yang dibawa oleh Malaikat Gabriel” dalam bacaan Kitab Lukas pasal 1 ayat 28-31.