Budaya Menghadirkan Karya Sastra dan Seni dalam Folklore Fusion Festival Palu 2025
- https://rri.co.id/palu/daerah/1909420/folklore-fusion-fest-tumbuhkan-kesadaran-budaya
Budaya, VIVA Bali –Menjalankan adat istiadat adalah kegiatan positif yang mengutamakan kebaikan. Maka, tumbuh manfaat pada budaya luhur dan pelaksanaannya tahap demi tahap. Budaya luhur menghidupkan tradisi adat istiadat yang luhur, selain adat istiadat akan selalu menjadi lestari. Festival tradisi rakyat yang disebut folklore fusion festival lengkap dan membawa nilai-nilai adat istiadat, dan ilmu budaya yang dijunjung. Festival Budaya Rakyat Palu tahun 2025 menjunjung kesadaran pada budaya daerah yang kuat di sepanjang zaman.
Festival rakyat ini sarat makna karena untuk menumbuhkan kesadaran budaya bagi semua unsur masyarakat. Festival ini resmi dibuka oleh Wali Kota Palu yang diwakili Kadin Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Hardi, di Cagar Budaya Banua Oge, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Wiranata (dalam rri.co.id, 2025) menguraikan wali kota Palu diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Hardi, menghadiri pembukaan Folklore Fusion Fest 2025 – Arts & Exhibition di Cagar Budaya Banua Oge, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 17 November 2025 yang mengangkat tema luhur “Kebudayaan untuk Hidup Berkelanjutan” dan berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat luas.
Unsur Sastra dan Seni Digabungkan dalam Festival Ini untuk Kehidupan Adat dan Tradisi
Budaya luhur berisi contoh tradisi sakral per zaman agar masyarakat memahami makna acara yang tidak hanya formal dikunjungi. Tujuan luhur dari pagelaran sarat makna ini adalah untuk menjadi kesadaran budaya luhur bagi masyarakat bahwa budaya dari adat istiadat dihidupkan dan muncul contoh-contoh kebudayaan luhur baru. Baik itu budaya luhur sebelum Indonesia merdeka. Maupun budaya-budaya hasil akulturasi antara agama dan adat. Wiranata (dalam rri.co.id, 2025) mengutarakan acara junjung tinggi budaya yang luhur ini turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Akbar Supratman, bersama para tokoh : seniman, budayawan, dan komunitas seni dari berbagai daerah, khususnya provinsi Sulawesi Tengah karena festival ini menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni dan masyarakat untuk menampilkan contoh kekayaan budaya melalui pameran dan pertunjukan. Mekanisme pelaksanaan acara ini sepintas identik dengan perpaduan kemajuan teknologi, ilmu sosial-humaniora, dan dokumentasi modern.