Mengenal Namazu, Ikan Lele Raksasa dalam Mitologi Jepang

Namazu, Legenda Penyebab Gempa asal Jepang
Sumber :
  • https://www.atlasobscura.com/places/namazu-san

Budaya,VIVA Bali –Dalam mitologi Jepang, terdapat makhluk legendaris bernama Namazu (大鯰), seekor ikan lele raksasa yang diyakini sebagai penyebab utama terjadinya gempa bumi. Makhluk air tawar ini bukanlah sekadar ikan biasa, melainkan yokai yang bersemayam jauh di bawah lumpur kepulauan Jepang. Setiap kali bergerak, menggeliat, atau mengibas-ngibaskan ekornya yang besar, dipercaya akan terjadi bencana alam yang menghancurkan di permukaan tanah. Namazu adalah representasi budaya Jepang dalam upaya memahami kekuatan alam yang tidak terduga dan seringkali katastrofik di salah satu wilayah seismik paling aktif di dunia.

img_title Sistem Adat Melayu Rokan Hilir dalam Tradisi Menyemah Laut

Inti Legenda dan Penjaga Alam Jepang

Menurut legenda, Namazu memiliki ukuran yang sangat biasa besar dan kekuatan dahsyat. Dia mampu mengguncang seluruh daratan Jepang dengan satu gerakan. Untuk mencegah Namazu terus-menerus mengguncang Jepang dan menyebabkan kekacauan, para dewa menugaskan penjaga untuk mengendalikannya. Penjaga tersebut adalah Dewa Takemikazuchi no Kami atau juga dikenal sebagai Kashima Daimyojin.

img_title Sistem Motif dalam Batik Jambi

Dewa Takemikazuchi yang bersemayam di Kuil Kashima, Oarai, menggunakan sebuah batu suci yang dikenal sebagai kaname-ishi (要石) untuk menahan Namazu. Batu ini konon memiliki bagian yang jauh lebih besar tertanam di bawah tanah daripada yang terlihat di permukaan, ditancapkan langsung ke tubuh atau kepala Namazu. Penancapan kaname-ishi inilah yang membatasi gerakan Namazu.

Gempa bumi dipercaya terjadi ketika Dewa Takemikazuchi lengah, lelah, atau sedang melakukan perjalanan ke tempat lain. Saat pengawasan dewa melemah dan tekanan dari kaname-ishi mengendur, Namazu akan mengambil kesempatan untuk menggeliat, mengibas, atau mencoba melepaskan diri. Kibasan ekor Namazu inilah yang kemudian diterjemahkan oleh masyarakat Jepang sebagai gempa bumi.

img_title Sistem Taat Adat dalam Hukum Adat Dayak Maanyan

Popularitas Historis dan Namazu

Meskipun legenda Namazu sudah dikenal luas sejak periode ribuan tahun lalu, tapi namanya kembali dibicarakan setelah peristiwa Gempa Besar Ansei pada tahun 1855 yang menghancurkan Edo (sekarang dikenal dengan Tokyo). Bencana dahsyat ini menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerugian materi yang tak terhitung.

Pasca bencana, seni cetak balok kayu yang disebut namazu-e (鯰絵) membanjiri pasar. Namazu-e ini tidak hanya berfungsi sebagai ilustrasi bencana, tetapi juga sebagai bentuk komentar sosial yang kompleks. Namazu sering digambarkan sebagai yokai perusak yang dipukuli atau dihukum oleh dewa dan rakyat yang marah.

Halaman Selanjutnya
img_title