Tradisi Natal yang Hangat dan Unik di Norwegia
- https://www.fjordtours.com/en/norway/people-and-culture/christmas-holiday/norwegian-christmas
Tradisi, VIVA Bali –Natal atau yang dikenal sebagai Jul di Norwegia adalah salah satu perayaan paling penting dan ditunggu-tunggu. Meskipun Norwegia adalah negara dengan musim dingin yang gelap dan dingin, perayaan Natal selalu berhasil membawa kehangatan, cahaya, dan tradisi unik yang kaya akan cerita rakyat kuno.
Periode Natal di Norwegia secara resmi dimulai pada hari Minggu pertama Adven, empat minggu sebelum Malam Natal (Julaften). Selama masa Adven, rumah-rumah dihiasi dengan lilin, kalender Adven, dan dekorasi musim dingin, menciptakan suasana yang nyaman, atau disebut koselig.
Berbeda dengan banyak negara yang menjadikan Hari Natal (25 Desember) sebagai fokus utama, di Norwegia Malam Natal jatuh pada 24 Desember dan jadi hari terpenting dalam perayaan.
Menyembunyikan Sapu untuk Melawan Roh Jahat
Salah satu tradisi Natal Norwegia yang paling khas dan unik adalah menyembunyikan semua sapu sebelum tidur di Malam Natal. Tradisi ini berakar pada cerita rakyat kuno di masa lampau. Dikatakan bahwa Malam Natal adalah saat di mana penyihir dan roh jahat naik ke langit dan mencari sapu untuk dikendarai. Dengan menyembunyikan sapu, keluarga Norwegia memastikan bahwa roh-roh jahat tersebut tidak dapat mendarat dan membawa kekacauan ke rumah mereka. Beberapa juga menyembunyikan sapu atau tongkat pel karena takut akan datangnya Nisse, makhluk mitologi seperti gnome kecil yang dikenal nakal jika tidak dihormati.
Makanan Khas yang Berlimpah
Hidangan Malam Natal bervariasi tergantung wilayah masing-masing. Di bagian barat, hidangan utamanya seringkali adalah Pinnekjøtt (iga domba kering yang diasinkan dan dikukus). Sementara di wilayah timur, Ribbe (iga babi renyah) adalah pilihan populer. Hidangan lain yang sering disajikan termasuk Lutefisk (ikan cod kering yang direndam dalam larutan alkali), sosis, dan hidangan kentang. Makanan penutup wajib adalah Riskrem, yaitu puding nasi dingin yang disajikan dengan saus raspberry merah, di mana satu almond disembunyikan di dalamnya. Siapa pun yang menemukan almond tersebut akan memenangkan hadiah kecil.
Sosok Pemberi Hadiah
Sosok pembawa hadiah di Norwegia disebut Julenissen. Secara harfiah, namanya berarti "Nisse Natal". Julenissen ini sering digambarkan mirip dengan Sinterklas yang mengenakan jubah merah dan berjanggut putih. Selain Julenissen, ada sosok penting lainnya, yakni Nisse. Mereka adalah makhluk kecil mirip gnome yang tinggal di gudang atau lumbung dan diyakini menjaga ternak dan properti. Untuk menenangkan Nisse yang pemarah dan memastikan keberuntungan, orang Norwegia secara tradisional meninggalkan semangkuk bubur nasi (grøt) di lumbung atau di luar pada Malam Natal.