Nilai Tradisi dan Filosofi Rumah Balla Lompoa

Potret Rumah Tradisional Balla Lompoa
Sumber :
  • https://budaya-indonesia.org/BALLA-LOMPOA-BANTAENG-SBM

Tradisi, VIVA Bali –Balla Lompoa secara harfiah berarti Rumah Besar atau Rumah Kebesaran, merupakan satu dari sederet warisan tradisional Makassar yang begitu berharga. Salah satu yang masih berdiri dengan megah saat ini adalah bekas istana Raja Gowa yang dibangun pada tahun 1936 oleh Raja Gowa XXXV, I Mangimangi Daeng Matutu, yang kini berfungsi sebagai Museum Gowa. Lebih dari sekadar bangunan fisik, arsitektur Balla Lompoa adalah cerminan utuh dari pandangan hidup masyarakat Makassar yang kaya akan nilai filosofis dan hierarki sosial.

img_title Menari di Atas Api, Menyingkap Magis dan Filosofi Tari Kecak Bali

Falsafah Inti Konsep Sulapa Appa

Seluruh aspek arsitektur Balla Lompoa berpegangan teguh pada falsafah Sulapa Appa (Empat Sisi atau Segi Empat). Konsep ini merupakan pandangan ontologis masyarakat Bugis-Makassar yang universal dan menyatakan bahwa segala aspek kehidupan manusia akan sempurna jika berbentuk segi empat. Selain itu, filosofi ini juga merefleksikan legenda asal mula manusia yang terdiri dari empat unsur utama alam, yakni tanah, air, api, dan angin.

img_title Mengapa Jenazah di Desa Trunyan Tidak Dikubur? Mengungkap Tradisi Unik Bali Aga

Penerapan Sulapa Appa terlihat jelas pada bentuk denah bangunan yang persegi, areal tanah, bentuk tiang rumah, jendela, hingga pembagian ruangan di dalamnya. Bentuk segi empat ini melambangkan upaya masyarakat untuk menyempurnakan diri dan mencapai keseimbangan kosmis dalam mikrokosmos rumah mereka.

Kosmologi Tripartit atau Tiga Dunia dalam Tiga Bagian Rumah

img_title Sistem Taat Adat dalam Hukum Adat Dayak Maanyan

Sesuai dengan pemahaman struktur kosmos masyarakat tradisional Makassar yang membagi alam raya atau makrokosmos menjadi tiga tingkatan, yakni Alam Atas, Alam Tengah, dan Alam Bawah, rumah Balla Lompoa juga tersusun dari tiga bagian utama. Masing-masing ruangan memiliki fungsi dan makna sakral seperti berikut:

1.      Bagian Atas atau Pammakang

Bagian Pammakang melambangkan Alam Atas yang merupakan tempat bersemayamnya dewa-dewa atau Dewata Seuwae. Dalam bangunan Balla Lompoa, Pammakang atau loteng berfungsi sebagai tempat persembunyian atau digunakan untuk mengintai musuh jika peperangan terjadi. Di rumah masyarakat biasa, bagian ini difungsikan sebagai lumbung padi. Makna simbolisnya adalah sebagai tempat yang paling tinggi dan sakral, jauh dari jangkauan duniawi.

2.      Bagian Tengah atau Kale Balla

Halaman Selanjutnya
img_title