Ritual Melukat di Bali Kian Diminati Wisatawan
- https://unsplash.com/photos/a-group-of-people-sitting-in-a-pool-of-water-2mCc2JV6oeQ
Tradisi, VIVA Bali –Ada sebuah upacara di Bali yang sangat diminati wisatawan asing maupun lokal. Melukat adalah upacara suci Bali untuk pembersihan diri, baik secara lahir dan batin. Ritual Melukat ini dilakukan dengan tujuan membersihkan segala kotoran dan pikiran negatif yang menempel pada tubuh seseorang. Media utama yang digunakan adalah air.
Air dalam wujud tirtha diyakini mampu membersihkan segala bentuk dosa, dan menyerap energi negatif. Tertutama dalam filosofi Hindu, air bahkan dipercaya memiliki kekuatan serta medium menuju alam setelah kematian. Dengan banyaknya tradisi dan budaya di Bali, kegiatan ritual seperti ini mulai terbuka dan dijadikan wisata religi kepada wisatawan asing maupun lokal.
Jenis-Jenis Melukat
Terdapat beberapa jenis upacara melukat berdasarkan kegunaannya. Melukat astapungku untuk menyucikan malapetaka. Kemudian ada melukat surya yomana untuk menyucikan bayi. Melukat prabu untuk mendapatkan kemakmuran, ada juga melukat Gini sebagai pengobatan penyakit, Yang lainnya, melukat nawa ratna, dan melukat semarabeda.
Sangat penting untuk memahami jenis dan tata cara mengikuti upacara melukat sebelum melaksanakannya. Beberapa aturan yang wajib yaitu mengganti pakaian dengan kain Bali, tidak sedang haid bagi wanita, tidak menggunakan sabun dan sampo, tidak boleh berkata kasar atau kencing di tempat penyucian.
Lokasi Untuk Mengikuti Melukat
Melukat biasanya dilakukan di tempat bersejarah, pura, tempat pemandian, dan laut yang ada di Bali. Beberapa lokasi diantaranya Pura Tirta Empul, Taman Beji Griya Waterfall, Mengening Temple, Taman Sala Temple, dan yang lainnya.
Bagi wisatawan asing yang menginap dan menjalani melukat, tidak sedikit hotel-hotel yang menawarkan akses ke lokasi. Melukat biasanya juga masuk dalam paket tur, seperti mengunjungi pura dan menikmati panorama alam.
Tradisi melukat ini dibimbing oleh pemangku atau pendeta lokal selama ritual. Persiapan yang matang dan doa awal harus dilakukan sebelum memulai proses melukat.
Melukat yang menjadi tradisi secara turun temurun oleh umat Hindu, dapat menambah pengalaman spiritual secara personal. Setelah pandemi, tradisi melukat saat ini menjadi tren yang bisa dilakukan siapa saja yang datang ke Bali. Bahkan banyak yang menjadikan momen sakral ini, menjadi tren konten di media sosial.