Tradisi Makepung Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Jembrana
- https://rri.co.id/denpasar/daerah/1961434/lomba-makepung-bupati-cup-2025-digelar-di-pengambengan
Jembrana, VIVA Bali –Lomba Makepung Bupati Cup 2025 kembali menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati Sirkuit All in One, Desa Pengambengan, Jembrana, pada Minggu, 9 November 2025. Lebih dari sekadar ajang balap kerbau, tradisi khas Jembrana ini kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis budaya di Bali bagian barat.
Dikutip dari rri.co.id/denpasar, Koordinator Makepung, I Made Mara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi penutup musim makepung tahun 2025 atau Jembrana Cup. Sebanyak 244 pasangan joki dan kerbau ikut ambil bagian, terdiri atas 133 pasang dari regu barat dan 111 pasang dari regu timur. Mereka terbagi ke dalam empat kelompok, yakni grup A, B, C, dan D (grup ekstra).
“Makepung ini sudah menjadi ikon Kabupaten Jembrana yang dikenal luas sebagai simbol budaya dan kebanggaan daerah. Jembrana dikenal sebagai Bumi Makepung, karena tradisi ini telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, ajang ini diharapkan dapat terus melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal, sekaligus memperkuat identitas Jembrana sebagai pusat budaya makepung di Bali.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jembrana, I Ketut Armita, yang hadir mewakili Bupati Jembrana, menegaskan bahwa tradisi makepung memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Selain menjadi daya tarik wisata, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian, peternakan, dan perekonomian masyarakat.
“Pelestarian tradisi makepung sejalan dengan kebijakan pengembangan kepariwisataan daerah yang berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini menjadi wahana untuk menciptakan kesempatan berusaha, bekerja, dan berinvestasi,” jelas Armita.
Makepung yang berakar dari tradisi agraris masyarakat Jembrana kini telah berevolusi menjadi atraksi budaya yang bernilai ekonomi. Selain menarik wisatawan, ajang ini turut menggerakkan sektor usaha mikro dan menengah di sekitar lokasi perlombaan mulai dari pedagang kaki lima hingga pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan momentum tersebut.