Siapa Delta Force dan CIA? Pasukan Elit AS di Balik Penangkapan Nicolas Maduro

Mengenal Delta Force dan CIA, Pasukan Elit AS
Sumber :
  • https://www.army.mil/article/262136/army_releases_results_of_fy_2022_audit

Jakarta, VIVA Bali –Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite Amerika Serikat memicu sorotan luas dunia internasional. Operasi militer berskala besar yang dilakukan Washington itu disebut melibatkan Delta Force, unit misi khusus paling rahasia milik Angkatan Darat AS, serta Central Intelligence Agency (CIA).

img_title Ketegangan Timur Tengah Memanas, Iran lancarkan Serangan Balasan ke Fasilitas Militer AS

Aksi tersebut menandai eskalasi serius hubungan Amerika Serikat dan Venezuela, sekaligus membuka kembali peran pasukan elite AS dalam operasi rahasia lintas negara.

Kabar penangkapan Nicolas Maduro mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social. Trump mengklaim Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela bersamaan dengan serangan militer besar-besaran di negara tersebut.

img_title Dikabarkan Menikah, Taylor Swift dan Travis Kelce Undang Ratusan Artis Ternama Bahkan Hingga Rekan Atlet

Meski Trump tidak merinci unit yang menjalankan operasi itu, sejumlah media Amerika Serikat menyebut Delta Force sebagai pasukan yang berada di garis depan. Dikutip dari VIVA, Rabu, 7 Januari 2026, laporan media AS, termasuk CBS News, menyebut unit tersebut terlibat langsung dalam operasi penangkapan Maduro.

Delta Force secara resmi bernama 1st Special Forces Operational Detachment–Delta (1st SFOD-D). Mengutip Military.com, unit ini dikenal sebagai garda terdepan Amerika Serikat dalam operasi kontra-terorisme, termasuk menangkap atau melumpuhkan target bernilai tinggi serta menjalankan misi penyelamatan sandera dengan tingkat presisi ekstrem.

img_title Napak Tilas Benteng Vastenburg, Sejarah Kokoh di Solo

Kerja Sama Delta Force dan CIA

Dalam berbagai operasi sensitif, Delta Force jarang bergerak sendiri. Unit ini kerap bekerja sama dengan CIA, terutama dalam misi yang membutuhkan dukungan intelijen mendalam dan operasi senyap.

Mengutip Hindustan Times, kolaborasi Delta Force dan CIA memungkinkan Amerika Serikat melakukan operasi rahasia lintas negara secara cepat tanpa keterlibatan terbuka militer reguler. Kerja sama ini juga kerap digunakan untuk misi penangkapan tokoh politik atau militer yang dianggap mengancam kepentingan AS.

Dalam struktur militer Amerika Serikat, Delta Force berada di bawah Joint Special Operations Command (JSOC), sementara urusan administratifnya ditangani oleh US Army Special Operations Command (USASOC). Posisi ini membuat Delta Force dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk misi paling sensitif.

Halaman Selanjutnya
img_title