Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Beras Tak Lagi Diimpor
- Youtube/Setpres
Karawang, VIVA Bali –Presiden Prabowo umumkan cadangan beras 3 juta ton, produksi 34 juta ton, dan mulai 2026 tidak ada beras impor sama sekali.
Indonesia mencetak sejarah baru dalam ketahanan pangan, dimana Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional, khususnya beras, dalam acara Panen Raya di Desa Cilebar, Karawang.
Dengan capaian ini, Indonesia tidak lagi mengimpor beras konsumsi mulai 2026.
Melansir YouTube Setpres, Presiden Prabowo tiba di lokasi sekira pukul 11.15 WIB menggunakan kendaraan kepresidenan MV3 Garuda Limousine dan disambut antusias oleh warga setempat.
Kepala keluarga hingga ibu rumah tangga berkerumun di sepanjang jalan, mengabadikan momen kedatangan Kepala Negara dengan kamera ponsel mereka.
Beberapa bahkan saling berebut untuk bersalaman langsung dengan Presiden.
Di lokasi, Prabowo meninjau berbagai produk hasil hilirisasi pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Prabowo mencicipi buah-buahan lokal, santan kelapa, susu, dan seduhan kopi, sambil berdialog dengan para petani dan pengusaha lokal.
Tak hanya itu, Presiden juga menyaksikan demonstrasi teknologi pertanian modern, mulai dari pesawat nirawak, alat bajak sawah terbaru, hingga mesin penggiling padi canggih yang sudah diterapkan di lahan pertanian.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah dan petani. Swasembada pangan ini bukan sekadar angka, tapi fondasi untuk kemandirian bangsa,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya. Rabu, 7 Januari 2026.
Prabowo menegaskan, swasembada tidak hanya mencakup beras, tetapi juga komoditas karbohidrat lain dan protein, untuk memastikan ketahanan pangan yang menyeluruh.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sekti Wahyu Trenggono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga turut hadir.
Kepala Negara sempat meninjau langsung area persawahan yang telah panen.
Di sawah, Prabowo berdialog dengan beberapa menteri, sementara sejumlah alat mesin pertanian digunakan untuk memanen padi.