62 Kasus Super Flu Terdeteksi, Bandara Bali Bergerak Cepat Pasang Thermal Scanner

Tercatat 62 Kasus Super Flu, Bandara Bali Pasang Thermal Scanner
Sumber :
  • Antara/Rita Laura/Andi Bagasela

Denpasar, VIVA Bali –Sebanyak 62 kasus super flu terdeteksi di Indonesia hingga akhir 2025. Tak mau kecolongan, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, langsung bergerak cepat dengan memasang thermal scanner di terminal kedatangan. 

img_title Awas! Super Flu Sudah Terdeteksi di RI, Kenali 6 Gejalanya Sekarang

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, bergerak cepat mengantisipasi penyebaran virus influenza A (H3N2) subklad K atau super flu. 

Langkah ini diambil menyusul catatan 62 kasus super flu di Indonesia hingga Desember 2025.

img_title Dampak MotoGp Mandalika 2025, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Tujuan Lombok Naik Hingga 7 Persen

Pengelola bandara mulai menerapkan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner bagi penumpang internasional yang tiba di Bali. 

Alat pemindai suhu tersebut dipasang di terminal kedatangan internasional sebagai langkah deteksi dini.

img_title Marc Marquez Samai Rekor Legendaris Agostini, Raja Sachsenring Ukir Sejarah dengan Kemenangan ke-10

Dalam rilis yang diterima bali.viva.co.id, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan bandara.

“BBKK Denpasar telah menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh,” kata Nugroho. Rabu, 7 Januari 2026.

Nugroho menjelaskan, penggunaan thermal scanner bukan hal baru. 

Perangkat tersebut sebelumnya digunakan saat pandemi Covid-19 dan kini kembali dioperasikan untuk menghadapi potensi penyebaran super flu.

Selain pemindai suhu tubuh, pengelola bandara juga menyiapkan ruang pemeriksaan kesehatan bagi penumpang yang terdeteksi memiliki gejala demam atau gangguan kesehatan lainnya.

“Termogan yang kami gunakan saat pandemi lalu kembali kami siagakan. Seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan,” ujarnya.

Nugroho menambahkan, pihak bandara terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta instansi terkait untuk mengikuti perkembangan situasi dan arahan lebih lanjut.

“Saat ini kami dalam posisi antisipatif. Personel siap, fasilitas siap, dan kami tetap waspada demi menjaga kesehatan dan keamanan seluruh pengguna jasa bandara,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus super flu telah ditemukan di Indonesia hingga akhir 2025. 

Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Pakar Imunologi FK Universitas Airlangga, dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, menjelaskan virus influenza tipe A memiliki kemampuan berubah secara genetik melalui proses reassortment. 

Halaman Selanjutnya
img_title