Sejumlah Wilayah di Bali Terancam Banjir Rob, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Foto/Pixabay
Denpasar, VIVA Bali – Sejumlah wilayah di pesisir Bali terancam adanya potensi banjir rob. Hal ini disampaikan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar yang menyarankan masyarakat untuk mewaspadai terjadinya potensi rob atau banjir pesisir yang diperkirakan akan berlangsung hingga 6 Januari 2026.
Dikutip dari ANTARA, Selasa, 6 Januari 2025, Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho menyebut, potensi rob ditimbulkan oleh adanya fenomena fase perigee, di mana letak jarak antara bulan dan bumi berdekatan. Fase perigee ini terjadi pada 2-3 Januari 2026 dan berisiko meningkatkan ketinggian maksimum air laut di wilayah pesisir.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” ujar Cahyo.
Mengikuti hasil pantauan data level air laut dan prediksi pasang surut, setidaknya ada 7 wilayah yang berpotensi terdampak, seperti empat wilayah yang berada di pesisir selatan, meliputi Kabupaten Tabanan, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Jembrana. Sedangkan tiga wilayah lainnya meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar.
Kendati demikian, BBMKG Denpasar belum merinci perkiraan ketinggian maksimum air laut dari potensi banjir pesisir tersebut. Namun, Cahyo membubuhkan bahwa potensi tersebut akan terjadi dalam waktu yang berbeda-beda pada setiap wilayah, baik dari sisi hari maupun jam kejadiannya.
Selain itu, beberapa kegiatan masyarakat juga ikut terdampak seperti aktivitas permukiman di wilayah pesisir, bongkar muat di pelabuhan, juga kegiatan tambak garam dan perikanan darat. Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai cuaca dan maritim di Bali, masyarakat dapat mengunjungi laman resmi BBMKG Wilayah III Denpasar maupun kanal informasi BMKG lainnya, termasuk media sosial Instagram @bmkgbali serta aplikasi Info BMKG.