Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak

Gunung Semeru kembali erupsi
Sumber :
  • https://www.viva.co.id/foto/1869178-meletus-hingga-1-000-meter-dari-puncak-pagi-ini-gunung-semeru-sudah-erupsi-11-kali-sejak-sabtu-dini-hari

Lumajang, VIVA Bali – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak pada Sabtu pagi. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut tercatat erupsi pada pukul 07.30 WIB.

img_title 13 Kilometer Terbakar Awan Panas, Semeru Kembali Mengancam

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 milimeter dan durasi 130 detik.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 07.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut,” ujar Sigit, dikutip dari VIVA, Sabtu.

img_title Ranu Kumbolo, Permata Dingin di Kaki Gunung Tertinggi Pulau Jawa

Berdasarkan laporan petugas, sejak pukul 00.22 WIB hingga 07.30 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami 11 kali erupsi dengan tinggi kolom letusan bervariasi antara 700 hingga 1.100 meter di atas puncak. Tinggi letusan maksimum 1.100 meter terjadi pada pukul 05.35 WIB dengan kolom abu mengarah ke timur laut.

Dilansir dari VIVA, aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga masih tinggi. Tercatat sebanyak 50 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 13–22 milimeter dan durasi 68–141 detik, serta tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 4–7 milimeter dan durasi 41–76 detik.

img_title Ini Alasan Kenapa Ranu Kumbolo di Gunung Semeru Jadi Destinasi Wisata Alam Favorit Para Pendaki!

Secara visual, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati, cuaca cerah, dan angin bertiup lemah ke arah utara serta timur laut.

Sigit menyampaikan status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer,” katanya.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.