13 Kilometer Terbakar Awan Panas, Semeru Kembali Mengancam

Awan panas semeru dipantau dari atas jembatan
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Lumajang, VIVA BaliGunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Pusat Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru melaporkan luncuran awan panas mencapai jarak hingga 13 kilometer dari puncak Mahameru. 

img_title Fardhan Bawa Pulang Perak di Kerjuaraan Asia Junior 2026

Kejadian itu memicu peringatan darurat bagi warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di kawasan puncak. Rabu, 19 November 2025. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa awan panas mulai terlihat meluncur sejak sore hari. 

img_title Pihak Perkebunan Kampe Diduga Halangi Damkarat Banyuwangi Masuk Lokasi Kebakaran

“Awan panas meluncur menuju Kali Sumbersari (Lumajang). Diharap hati-hati kemungkinan masih ada perpanjangan landaan awan panas. Info dari PPGA Gunung Semeru,” ujarnya, Rabu petang. 

Sadono menegaskan bahwa pergerakan awan panas sudah mencapai kawasan Jembatan Gladak Perak, salah satu titik rawan yang sebelumnya pernah terdampak saat erupsi besar pada tahun-tahun sebelumnya. 

img_title BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Cuaca Buruk Intai Aktivitas di Selat Bali

“Awan panas sudah melewati Gladak Perak,” kata Sadono. 

PPGA Gunung Semeru meminta seluruh akses menuju Jembatan Gladak Perak disterilkan untuk mencegah warga mendekat ke zona bahaya. Potensi susulan masih dapat terjadi karena material vulkanik terus meluncur dari puncak Mahameru. 

Hingga kini, BPBD Kabupaten Malang terus melakukan koordinasi dengan tim lapangan dan perangkat desa di wilayah rawan.

Menurut Sadono, upaya monitoring terutama dipusatkan di wilayah timur Kabupaten Malang yang meliputi Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, dan sekitarnya.

“Sementara untuk Kabupaten Malang bagian timur belum ada laporan terkait erupsi Semeru. Saat ini kami masih terus menggali info dari wilayah timur,” tambahnya.

Sementara itu, PPGA mengimbau masyarakat untuk menjauhi sektor tenggara dan selatan Semeru, daerah yang selama ini menjadi jalur luncuran awan panas guguran. 

Warga diminta tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu ke puncak.