Pascabencana, Bendera Putih Terlihat Berkibar di Aceh

terlihat bendera putih berkibar di Aceh
Sumber :
  • Instagram: ourperspectif https://www.instagram.com/p/DSUeRdQk0Fq/?igsh=Y2w5bnRoZnYwaXYx

Aceh, VIVA Bali – Hampir tiga pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bendera putih terlihat berkibar di sejumlah titik di wilayah Aceh. Fenomena ini terekam dalam berbagai video yang beredar di media sosial.

img_title 5 Air Terjun Tersembunyi di Indonesia, Pesonanya Bikin Terpukau

Dalam unggahan akun TikTok @azmi.yahya, tampak warga memasang bendera putih di beberapa ruas jalan di Peurelak Timur, Aceh Timur. Bahkan, terlihat sebuah kendaraan turut menempelkan bendera putih di bagian belakang mobilnya.

Bendera putih dikenal luas sebagai simbol menyerah. Secara historis, penggunaan bendera putih sebagai tanda damai telah dikenal sejak abad ke-16, berawal dari pelaut Inggris, George Best, yang mengibarkannya untuk menunjukkan niat menghentikan konflik. Praktik ini kemudian berkembang karena kain putih mudah ditemukan dan terlihat jelas.

img_title Misteri Lawang Sewu, Gedung Seribu Pintu Penuh Cerita Mistis

Salah satu warga Aceh, Irwansyah, menjelaskan bahwa pengibaran bendera putih bukan dimaknai sebagai menyerah dalam arti harfiah, melainkan sebagai ekspresi keterbatasan masyarakat akibat dampak bencana.

“Sebenarnya ungkapan bendera putih ini tanda menyerah kami. Menyerah dari segi ekonomi, bantuan, dan infrastruktur. Kami butuh semua itu,” ujar Irwansyah, seperti dikutip dari VIVA melalui tayangan YouTube, Rabu, 17 Desember 2025.

img_title Mengenal Tradisi Perang Pandan Di Bali, Ritual Sakral Penuh Luka Tanpa Dendam

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu, 16 Desember 2025, mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.053 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 jenazah ditemukan di Aceh dan Tapanuli Tengah, dengan rincian 17 jasad di Aceh Tamiang, satu di Aceh Utara, serta lima lainnya di Tapanuli Tengah. Selain itu, tercatat sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang, sementara 606.040 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.