Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Siswi SMP Coba Bunuh Diri di Tukad Ngongkong

Tim SAR Gabungan Evakuasi Siswi SMP Usai Jatuh Dari Jembatan
Sumber :
  • Dok. Humas Polsek Petang/ VIVA Bali

Badung, VIVA Bali –Seorang siswi SMP berinisial NKS dievakuasi tim SAR gabungan dalam kondisi selamat di bawah Jembatan Tukad (Sungai) Ngongkong, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Selasa, 16 Desember 2025.

img_title Mandi di Pantai Greenbowl, 2 Pekerja Hilang Terseret Arus

Secara fisik korban yang masih mengenakan seragam sekolah ini mengalami luka lecet di kelopak mata kanan, pipi kanan dan paha kiri.

Korban NKS diduga mencoba bunuh diri akibat tekanan psikologis yang dialaminya di sekolah.

img_title 2 Warga Terjebak Air Pasang di Bawah Tebing Uluwatu, Petugas Evakuasi dari Ketinggian 100 Meter

Menurut Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya, ayah korban berinisial IWR sempat melaporkan kehilangan putrinya ke kantor polisi.

“Menurut keluarga, korban berangkat ke sekolah pada Senin, 15 Desember 2025 pagi namun tidak kembali ke sekolah dan sulit dihubungi,” kata Kapolsek dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id.

img_title Pengurus Masjid Diminta Jadi Filter Informasi di Tengah Maraknya Hoaks dan AI

Sementara saksi lain yang diperiksa bernama I Ketut Sujana sempat mendengar suara minta tolong sebanyak tiga kali saat berada di sekitar TKP.

Bahkan untuk memastikan, Sujana sempat menghentikan warga yang melintas bahwa tak salah mendengar ada teriakan minta tolong.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas Direktorat Samapta Polda Bali, SAR Pelopor Batalyon B Mengwi, Polsek Petang, BPBD Badung, Damkar hingga Basarnas Denpasar melakukan evakuasi korban.

Siswi SMP Alami Luka Lecet Usai Jatuh dari Jembatan

Photo :
  • Dok. Humas Polsek Petang/ VIVA Bali

“Astungkara korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pukul 15.00 Wita,” ujar Kapolsek.

Dari pemeriksaan medis diketahui, korban melakukan aksi nekat ini karena malu dan tertekan akibat perundungan yang dialami di sekolah, terkait beredarnya sebuah video NKS di lingkungan sekolah.

“Kondisi korban sudah dapat diajak bicara namun perlu dikonsultasikan ke psikiater,” kata AKP Arnaya.

Menurut Kapolsek, kasus ini tentu menjadi perhatian yang serius. Harapannya agar pihak sekolah dan keluarga agar lebih peka jika menemukan kondisi psikologis anak, khusus terkait perundungan.