Penyaluran Beras CPP Bulan Oktober dan November Ada Tambahan Minyak Goreng

Asisten II Kota Mataram Miftahurahman
Sumber :
  • Ramli Ahmad/ VIVA Bali

Mataram, VIVA Bali –Pemerintah Kota Mataram melalui Asisten II, Miftahurahman, menyampaikan hasil rapat koordinasi terkait penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober–November 2025. Dalam rapat yang dihadiri perwakilan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, serta sejumlah dinas terkait, dipastikan bahwa bantuan pangan kali ini akan berbeda dari sebelumnya karena adanya tambahan komoditas minyak goreng.

img_title Tiap Tahun Terendam, Dewan Soroti Keseriusan Pemkot Mataram Atasi Genangan Jalan Dr Soedjono

“Kalau sebelumnya hanya berupa bantuan beras, kali ini ditambah dengan minyak goreng,” ujar Asisten II Miftahurahman usai rapat koordinasi, Kamis 9 Oktober 2025.

Bantuan beras akan tetap diberikan sebanyak 10 kilogram per Keluarga Penerima Bantuan Pangan (CPP) per bulan, sementara untuk minyak goreng diberikan 2 liter per CPP per bulan. Artinya, selama dua bulan Oktober–November, setiap penerima akan memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

img_title Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Terjang Mataram, Masyarakat di Minta Waspada

Rapat koordinasi juga dihadiri oleh unsur Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, camat, lurah, serta pihak-pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pembahasan mengenai mekanisme penyaluran bantuan dan pembaruan data penerima. Dari hasil verifikasi terakhir, tercatat sebanyak 31.046 keluarga akan menerima bantuan pangan pada periode ini.

Miftahurahman menjelaskan bahwa data penerima sempat mengalami penyatuan antara Kelurahan Tanjung Karang dan Tanjung Karang Permai, namun ke depan akan diusulkan pemisahan kembali sesuai wilayah administrasi masing-masing.

img_title TPS Lawata di Segel Warga, Puluhan Operator Roda Tiga Geruduk Kantor Wali Kota Mataram

Adapun rencana penyaluran bantuan dimulai pada 15 Oktober 2024, meski jadwal tersebut masih bersifat tentatif. 

“Beras dari Bulog sudah siap, namun untuk minyak goreng masih menunggu proses pengadaan dan kesiapan anggaran,” jelas Miftahurahman. 

Miftahurahman menambahkan program bantuan pangan dan tambahan minyak goreng ini merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.