TPS Lawata di Segel Warga, Puluhan Operator Roda Tiga Geruduk Kantor Wali Kota Mataram

Puluhan Operator Sampah Roda Tiga Geruduk Kantor Walikota Mataram
Sumber :
  • Ramli Ahmad / VIVA Bali

Mataram, VIVA Bali –Usai TPS Lawata di tutup paksa oleh warga karena kondisi sudah penuh dan mengeluarkan bau busuk puluhan operator sampah dari berbagai lingkungan yang biasa membuang sampah menggunakan gerobak roda tiga mendatangi Kantor Wali Kota Mataram, Senin 19 Januari, untuk mengadukan kebingungan mereka dalam membuang sampah warga. Pasalnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Lawata di Jalan Soromandi, Gomong, Kecamatan Selaparang, seminggu terakhir kelebihan kapasitas hingga tak mampu lagi menampung kiriman sampah harian.

img_title Satu ASN Mataram Diberhentikan Akibat Indisipliner, Lima Pegawai di Periksa

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, menyampaikan bahwa kondisi overload ini diperparah oleh kebijakan pembatasan ritase pengangkutan sampah menuju TPA Kebon Kongok, Lombok Barat, yang mulai diberlakukan 10 Desember lalu. “Sejak ada pembatasan ritase, volume sampah menumpuk di TPS Lawata hingga mencapai 150 ton lebih,” ujar Nizar di sela-sela pertemuan dengan para operator.

Para operator sampah yang datang berasal dari lima kelurahan di Kecamatan Selaparang dan mengaku telah menunggu giliran pembuangan sampah sejak pagi. “Kalau dibuang ke TPS Lawata, antreannya bisa dua hingga tiga hari. Sementara sampah menumpuk di rumah warga, menyebabkan bau dan kekhawatiran munculnya penyakit,” ungkap Sukri, salah satu operator.

img_title Tiap Tahun Terendam, Dewan Soroti Keseriusan Pemkot Mataram Atasi Genangan Jalan Dr Soedjono

Menanggapi keluhan itu, Pemerintah Kota Mataram menyiapkan skenario penanganan darurat dengan menerapkan sistem TPS mobile. Melalui skema ini, sampah antar-operator akan langsung dimuat ke truk pengangkut milik DLH tanpa melalui TPS Lawata, sehingga volume di lokasi dapat segera dikurangi. “Kami sudah koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk mengerahkan dua unit armada tambahan. Mulai hari ini, TPS mobile akan beroperasi di Soromandi,” jelas Nizar.

Lebih jauh, Pemkot Mataram berencana menutup resmi TPS Lawata pada akhir tahun 2026. Penutupan tersebut seiring dengan rampungnya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mataram Timur, yang akan menggantikan fungsi TPS Lawata dan beberapa lokasi penampungan lain. “Kami targetkan seluruh sampah kota terkelola dengan baik di TPST. Sementara, kita harus pastikan TPS Lawata bersih dari tumpukan ,” imbuh Nizar.

img_title Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Terjang Mataram, Masyarakat di Minta Waspada

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Mataram dan Camat Selaparang, disepakati pula pembentukan posko pengaduan pengangkutan sampah. Posko ini akan menjadi kanal khusus bagi operator roda tiga untuk melaporkan jadwal dan kondisi pembuangan sampah setiap hari.

Halaman Selanjutnya
img_title