Lurah Manggarai Selatan Dipukul Massa, Mobil Dinas Rusak

Kondisi mobil dinas yang hancur akibat amukan massa.
Sumber :
  • https://www.antaranews.com/berita/5066693/lurah-manggarai-selatan-polisikan-pelaku-penganiayaan

Jakarta, VIVA Bali – Lurah Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Muhammad Sidik bersama sopirnya, Asep Yudiana, menjadi korban penganiayaan massa saat melintas di kawasan DPR, Senin 25 Agustus 2025 malam.

Rumah Warga di Desa Melaya Terbakar, Kerugian Ditaksir Hingga Rp 40 Juta

Insiden tersebut juga menyebabkan mobil dinas yang ditumpanginya rusak parah.

Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora mengatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban.

Terdakwa Hadirkan Ahli Bahasa Prancis, Sidang Lanjutan KDRT Malah ditunda

“Sudah buat LP kemarin sore di Polsek,” ujar Gomos Simamora. Rabu 27 Agustus 2025.

Ia menjelaskan laporan itu berkaitan dengan dugaan pengeroyokan dan masih dalam tahap penyelidikan. Polisi menyebut sangkaan sementara menggunakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Gudang Kosmetik Dibobol, Polsek Dentim Tangkap 4 Mantan Karyawan

Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula ketika Sidik dan sopirnya pulang dari kantor kelurahan menuju Tanah Abang Dalam menggunakan mobil dinas berpelat merah. Karena kondisi jalan macet, keduanya mengambil jalur alternatif melalui Jalan S. Parman.

Sesampainya di Bundaran Slipi, sejumlah massa mendekati kendaraan dan memprovokasi dengan menyebut mobil tersebut milik anggota DPR. Massa kemudian melempari dan memecahkan kaca mobil, sehingga pengemudi berusaha melarikan diri.

"Saya minta supir untuk jalan terus tetapi massa terus mengejar sembari memecahkan kaca mobil," kata Muhammad Sidik dilansir dari antaranews.com.

Dalam upaya menghindar, mobil sempat menabrak gerobak siomay dan sebuah sepeda motor hingga akhirnya berhenti. Saat itu Sidik keluar dari mobil dan mengaku sebagai lurah, namun massa tetap melakukan pemukulan. Sopirnya juga mengalami hal serupa.

Keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke sebuah gang, tetapi menderita luka lebam, memar, dan lecet di wajah, badan, dan kaki akibat pukulan benda tumpul.

Selain itu, kerugian materi meliputi mobil dinas yang hancur, dua ponsel senilai Rp25 juta, dompet, dan barang pribadi yang hilang.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut serta mengidentifikasi pelaku pengeroyokan dan perusakan.