Indosat: Bali Jadi Barometer Adopsi 5G, Pengguna Turis Tumbuh Double Digit
- Dewi Divianta/Viva Bali
Bali, VIVA Bali –Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi hadirkan layanan Indosat 5G di wilayah Bali dan Lombok, Indosat menilai wilayah tersebut paling siap mengadopsi teknologi 5G di Indonesia. Senior Vice President (SVP) Head Region Bali Nusra Indosat, Julansi George Fransiskus menjelaskan selain memiliki ekosistem digital yang berkembang pesat, tingginya jumlah wisatawan mancanegara dan digital menjadi pemantik peningkatan penggunaan layanan telekomunikasi berbasis jaringan.
Menurut pria yang karib disapa Jula itu, perkembangan digital di Bali jauh lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, dibarengi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet cepat dan stabil. "Perkembangan digital di Bali sangat tinggi. Yang kami kejar bukan hanya membangun jaringan, tapi memastikan pengalaman digital pelanggan semakin nyaman," tutur dia kepada awak media di Denpasar, Rabu 15 Juli 2026.
Jula menyebut, Indosat tidak hanya fokus pada pertumbuhan pelanggan, tapi mengutamakan kepuasan pengguna. Hal itu yang menjadi indikator mereka berhasil membuat pengembangan layanan. Indikatornya itu terdiri dari customer satisfaction, performa jaringan, hingga peningkatan penggunaan layanan. Tak hanya itu, Jula menilai Bali menjadi pasar yang unik karena tingginya jumlah wisatawan asing yang membutuhkan konektivitas internet sejak tiba di Pulau Dewata. Di mana kondisi itu terlihat dari banyaknya wisatawan yang membeli kartu Indosat di bandara internasional.
"Kami mencatat pertumbuhan pengguna telah mencapai double digit. Jaringan 5G salah satu faktor yang mendorong kenaikannya, saat ini sekitar 660 site telah beroperasi dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 1.000 site hingga akhir tahun," ujar Jula.
Meski strategi pengembangan dilakukan secara nasional, Julandi menilai Bali memiliki karakteristik berbeda dibandingkan wilayah lain. Hampir seluruh pilar layanan digital Indosat berpotensi berkembang di Bali seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, pelaku UMKM, pekerja jarak jauh (remote worker), hingga wisatawan yang mengandalkan internet untuk bekerja, bertransaksi, dan menikmati layanan digital.
Sementara itu, Jula menambahkan tantangan terbesar bukan lagi membangun jaringan, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat teknologi 5G. "Manfaat dari teknologi itu untuk streaming, belajar, bekerja, maupun mendukung aktivitas UMKM. Target cakupan 5G kita bisa terus meluas ke lebih banyak wilayah di Indonesia," pungkas Julandi.