Tumin Warga Desa Alasejo, Lansia Terlantar yang Berjuang Melawan Maut Tanpa Keluarga

Tumin, lansia sebatangkara dalam kondisi sakit parah
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Ditengah gencarnya pembangunan yang digagas Pemerintahan Prabowo Subianto ternyata di sudut sebuah desa masih ditemukan seorang warga lanjut Usia (Lansia) yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. 

img_title Polisi Periksa Bambang Sutrisno Terkait Dugaan Todongan Celurit di Desa Sidowangi

Adalah Tumin, seorang lansia yang hidup sebatang kara dalam kondisi yang cukup memprihatikan selama beberapa waktu terakhir. 

Warga Dusun Kebunrejo, RT 03 RW 03, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini hanya bisa terbaring diatas tempat tidur dengan alas seadanya. 

img_title Lewat Lomba Eler, Kades Muansin Promosikan Kualitas Tembakau Terbaik Desa Sidowangi

Sejak kematian istri dan anaknya beberapa waktu sebelumnya, pria usia lebih dari 72 tahun tersebut mengalami sakit yang cukup kritis. 

“Setahu saya, beliau memang tinggal sendiri sejak istri dan anaknya meninggal dunia. Sudah tidak ada lagi kerabat yang tinggal di rumah tersebut,” ujar seorang tokoh masyarakat Desa Alasrejo, Nur Ali Mansur. 

img_title Menguak Kurikulum Unggulan SSB Diponegoro United Banyuwangi untuk Anak Usia Dini

bukan sekedar tinggal sendiri, Tumin juga mengalami sakit yang cukup berkepanjangan namun harus menjalani hidup seorang diri. 

“(Tumin) Juga sedang sakit dan kondisi semakin hari justru semakin parah. Ini sedang saya upayakan untuk mendapatkan bantuan medis dari Puskesmas Wongsorejo,” tutur Nur Ali Mansur yang juga seorang pemerhati sosial. 

Mendapatkan informasi tersebut, petugas medis dari Puskesmas Wongsorejo langsung melakukan pemeriksaan medis pada Tumin. 

Dalam pemeriksan tersebut, Tumin diketahui mengalami kondisi Kesehatan yang cukup memprihatinkan serta bisa mengancam nyawanya jika tidak segera ditangani. 

“Kadar Hemoglobin (Hb) pasien hanya 5 gr/dL, jauh di bawah batas normal minimal 10 gr/dL. Kondisi ini mengindikasikan anemia berat yang berpotensi fatal jika tidak segera ditangani dengan peralatan lengkap di rumah sakit,” kata Nur Ali Mansur pada VIVA News. 

Perjalanan hidup Tumuin mungkin akan lebih baik jika banyak pihak memberikan empati lebih pada lansia sebantara kara ini. 

Bukan hanya sekedar sakit, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari saja Tumin harus mengharapkan belas kasihan dari tetangga serta orang sekitar yang masih peduli.