Rokok Elektrik dan Vaping, Fakta Risiko Kesehatan dan Lingkungan

Ilustrasi orang ketergantungan vaping
Sumber :
  • https://www.sfchronicle.com/health/article/disposable-vapes-toxic-metals-uc-davis-study-20393864.php

Gaya Hidup, VIVA Bali –Rokok elektrik atau vaping awalnya diklaim sebagai alternatif lebih aman dari rokok tradisional. Namun, bukti kini menunjukkan bahwa bukan berarti bebas risiko. Dari paparan logam berbahaya hingga efek ketergantungan dan dampak lingkungan, berikut fakta penting yang perlu Anda ketahui.

1. Uap Mengandung Zat Berbahaya

Trik Jitu untuk Bangun Percaya Diri Saat Berbicara di Depan Umum

Menurut WHO, meski e-liquid tidak mengandung asap tembakau, uap yang dihasilkan tetap mengandung nikotin dan bahan kimia berpotensi karsinogenik. Ini bisa meningkatkan risiko gangguan jantung, paru-paru, dan perkembangan janin jika digunakan selama hamil.

2. Vape Menyasar Remaja dengan Rasa dan Desain Menarik

WHO memperingatkan e-cigarette hadir dengan ribuan rasa dan desain eye-catching untuk menarik minat anak muda yang justru membuat mereka lebih mudah kecanduan nikotin.

3. Emisi Logam Berbahaya Berlebihan

Manfaat Journaling, Trik Sederhana untuk Pikiran Lebih Tenang

Penelitian terbaru UC Davis menemukan bahwa beberapa vape sekali pakai mengeluarkan kadar timbal, nikel, dan antimon yang bahkan lebih tinggi daripada rokok konvensional bahaya potensial bagi otak dan sistem pernapasan.

Halaman Selanjutnya
img_title