Stres Berat Bisa Bikin Rambut Rontok Parah!
- https://www.freepik.com/free-photo/female-with-tangled-hair_8284650.htm
Lifestyle, VIVA Bali – Rambut rontok sering dianggap cuma masalah fisik, padahal ada kaitan besar antara kesehatan mental dan kondisi rambut. Saat seseorang mengalami stres berat, tubuh melepaskan hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Hormon ini bisa mengganggu siklus pertumbuhan rambut, membuat akar melemah, dan akhirnya rambut lebih mudah rontok.
Bagaimana Stres Mempengaruhi Rambut?
Secara medis, ada beberapa kondisi rambut rontok yang bisa dipicu oleh stres, yakni sebagai berikut.
1. Telogen effluvium, yaitu kondisi ketika banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat sehingga rambut rontok lebih banyak dari biasanya.
2. Alopecia areata, kondisi autoimun yang dapat dipicu oleh stres, di mana sistem kekebalan menyerang folikel rambut hingga menimbulkan kebotakan di area tertentu.
3. Trichotillomania, dorongan tidak sadar untuk menarik rambut sendiri sebagai bentuk respons terhadap kecemasan atau stres emosional.
Selain itu, stres kronis juga bisa menurunkan sistem imun, membuat tubuh kurang mampu menyerap nutrisi dengan baik. Akibatnya, rambut kekurangan vitamin penting seperti vitamin D, zat besi, dan zinc, yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut yang sehat.
Tanda-Tanda Rambut Rontok Karena Stres
1. Rambut terasa semakin tipis terutama di area depan atau tengah kepala.
2. Jumlah rambut yang jatuh saat keramas atau menyisir meningkat drastis.
3. Kulit kepala terlihat lebih jelas karena penipisan rambut.
4. Pertumbuhan rambut baru terasa lambat atau tidak merata.
Cara Mengatasi dan Mencegah Rambut Rontok Akibat Stres
Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini bisa dicegah dan dikendalikan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain.
1. Kelola stres dengan benar – olahraga ringan, yoga, meditasi, atau sekadar jalan santai bisa membantu menurunkan kadar kortisol.
2. Perbaiki pola tidur – tidur cukup 7–9 jam per hari penting untuk memperbaiki regenerasi sel, termasuk folikel rambut.
3. Jaga asupan nutrisi – konsumsi makanan kaya protein, vitamin B, vitamin D, zat besi, dan zinc agar rambut tetap kuat.
4. Merawat rambut dengan lembut – hindari penggunaan berlebihan alat catok atau hair dryer yang bisa merusak akar rambut.
5. Cari bantuan profesional – jika kerontokan sudah parah, konsultasi ke dokter kulit atau ahli trichology agar mendapat perawatan medis yang tepat.