Mengenal Skin Cycling, Metode Skincare yang Bikin Kulit Anti Iritasi
- https://www.pexels.com/photo/woman-holding-her-face-3373721/
Lifestyle, VIVA Bali –Pernah merasa kulit semakin sensitif atau “ngambek” padahal sudah pakai banyak produk skincare? Mungkin sebenarnya bukan produknya yang salah, tetapi cara pemakaiannya. Di tengah maraknya tren kecantikan yang beredar di media sosial, terdapat satu tren atau metode yang kini menjadi favorit banyak orang, yaitu skin cycling.
Metode skin cycling menjadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin tetap konsisten merawat kulit tanpa harus pusing mengenai urutan pemakaian skincare. Metode ini mengatur penggunaan bahan aktif secara bergiliran sehingga kulit bisa mendapatkan manfaat yang maksimal. Nah, kalau kamu penasaran dengan metode skin cycling secara lebih mendalam, simak pembahasan lengkapnya di artikel ini!
Apa Itu Skin Cycling
Konsep skin cycling sebenarnya adalah rutinitas perawatan kulit yang dilakukan pada malam hari menggunakan produk berbahan aktif di hari-hari tertentu dan diselingi dengan hari istirahat. Dikutip dari laman Vogue, Dr. Alexis Granite mengatakan siklus paling umum dalam skin cycling adalah empat hari, di mana dua malam menggunakan skincare berbahan aktif seperti eksfoliator dan retinol. Kemudian, dua malam berikutnya berfokus pada hidrasi dan pemulihan kulit.
Melansir laman Mesoestetic, tujuan dari skin cycling adalah untuk menghindari kerusakan pada skin barrier akibat penggunaan bahan aktif secara berlebihan. Selain itu, metode ini juga berfokus pada pemilihan produk yang diformulasikan dengan baik sehingga mampu memberikan hasil yang nyata tanpa membuat kulit menjadi iritasi.
Setelah memahami konsep dasar dari skin cycling, akan lebih baik jika kita juga mengetahui apa saja manfaat dari metode ini. Berikut ini beberapa manfaat utama dari skin cycling yang dirangkum dari laman Wardah dan Healthline.
- Mengurangi Risiko Iritasi
Metode ini membantu mengurangi risiko iritasi akibat penggunaan skincare. Dengan memberikan jeda pada kulit dari paparan bahan aktif, skin cycling mencegah overuse produk yang bisa memicu reaksi negatif. Selain itu, kulit juga jadi memiliki waktu untuk menyerap kandungan dengan lebih maksimal sehingga hasilnya tetap maksimal tanpa efek samping berlebihan.