Acara Bersih Desa pada Tradisi Rasulan di Gunungkidul
- https://man1gunungkidul.sch.id/blog/mengungkap-makna-dan-filosofi-di-balik-sebuah-tradisi-di-pegunungan-seribu/
Budaya, VIVA Bali –Budaya lokal juga menjadi kebiasaan untuk tolak bala. Kebiasaan tolak bala menjadi upacara adat dan kearifan lokal. Setelah pesta panen dirayakan di balai desa, terdapat gunungan hasil bumi yang dibagikan setelah pembacaan doa yang sangat agamis. Kearifan lokal ini diangkat menjadi Upacara Adat Rasulan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rubiatin (2025) menguraikan Rasulan (bersih desa) merupakan salah satu tradisi perayaan pasca panen yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas panen hasil bumi yang melimpah sekaligus untuk bersih desa yang bermaksud menolak segala mara bahaya (tolak bala) terhadap seluruh warga dan membagikan gunungan hasil bumi yang disiapkan oleh para tokoh dan panitia Tradisi Rasulan.
Upacara Adat Rasulan
Upacara adat Rasulan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan menjelang musim kemarau. Rubiatin (2025) mengutarakan Rasulan diselenggarakan hampir di seluruh desa yang ada di daerah Gunungkidul dengan waktu yang sudah disepakati oleh pemuka desa dan tokoh masyarakat/ketua adat setempat, setelah masa panen atau menjelang musim kemarau. Rubiatin (2025) mengutarakan tak heran di bulan-bulan Juli sampai dengan September menjadi waktu yang tepat dilaksanakannya kegiatan rasulan pada waktu Indonesia barat.