Tradisi Luhur Seke Maneke 2025 Digelar Gotong-Royong
- https://shorturl.at/lo4nM
Tradisi, VIVA Bali –Tradisi menangkap ikan-ikan tradisional di pesisir dengan semangat gotong-royong menjadi tradisi luhur yang kuat dengan hikmah menjaga ekosistem laut dan sekitarnya kepada masyarakat. Johanis (dalam rri.co.id, 2025) mengutarakan masyarakat kampung Para Lelle atau kampung Paralele, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dan sekitarnya, pada Kamis 12 Juni 2025 melaksanakan tradisi menangkap ikan secara tradisional yang disebut masyarakat Sangihe adalah Seke Meneken atau Seke Maneke, di pantai Limbawua, pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dan sekitarnya.
Tradisi luhur Seke Maneke termasuk agenda tahunan pemerintah daerah Tahuna
Tradisi Seke Maneke adalah tradisi yang sarat makna karena memiliki budaya luhur antara sesama manusia, binatang, dan alam. Johanis (dalam rri.co.id, 2025) menulis Tradisi menangkap ikan ini dilakukan secara bersama–sama atau gotong-royong oleh masyarakat kampung Paralele yang mana terdapat budaya luhur masyarakat di kampung Para Lele ini disaksikan langsung oleh bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Johanis (dalam rri.co.id, 2025) menulis Bupati Tahuna Thungari mengapresiasi tradisi luhur dan budaya luhur masyarakat yang masih dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang sarat makna, menjaga ekosistem yang berlangsung di kawasan pesisir melalui Seke Maneke kemudian agenda tradisi luhur Seke Maneke sudah menjadi agenda tahunan pemerintah daerah yang ke depan akan terus dikembangkan.