Simak! 7 Mitos Olahraga yang Salah Kaprah dan Faktanya

Kumpulan peralatan beberapa cabang olahraga
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/sports-tools_18415697.htm

Kesehatan, VIVA Bali – Berolahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar, tetapi juga mampu meningkatkan suasana hati serta mengurangi stres. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang percaya pada berbagai mitos seputar olahraga yang sebenarnya keliru.

Dilansir dari Alodokter, berikut fakta di balik mitos olahraga yang paling sering dipercaya masyarakat:

1. Olahraga Harus Banyak Berkeringat

Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak keringat yang keluar saat olahraga, maka semakin efektif pula hasilnya, terutama dalam menurunkan berat badan.

Faktanya, jumlah keringat tidak selalu menjadi tolak ukur keberhasilan olahraga. Tingkat keringat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti suhu udara, kelembapan, hingga kondisi tubuh masing-masing orang. Anda tetap bisa mendapatkan manfaat olahraga meski tidak banyak berkeringat, termasuk dalam menurunkan berat badan.

2. Semakin Lama Berolahraga, Semakin Baik

Ada anggapan bahwa olahraga dengan durasi panjang lebih baik daripada olahraga singkat. Faktanya, durasi olahraga yang terlalu lama tidak menjamin hasil yang lebih baik.

Menurut WHO, olahraga aerobik dengan intensitas sedang hingga berat minimal 30 menit per hari, lima kali seminggu, sudah cukup untuk meningkatkan kebugaran dan membantu menurunkan berat badan.Kunci utama justru terletak pada konsistensi, bukan lamanya durasi olahraga.

3. Rasa Sakit Setelah Olahraga Tanda Latihan Berhasil

Banyak orang percaya bahwa rasa sakit setelah olahraga adalah tanda bahwa latihan berhasil dilakukan. Faktanya, olahraga yang sehat seharusnya tidak membuat tubuh tersiksa. Rasa nyeri setelah olahraga bisa muncul, tetapi biasanya bersifat sementara. Jika rasa sakit berlebihan atau menetap, hal ini justru bisa menjadi tanda cedera akibat olahraga yang terlalu ekstrem.

4. Lari Merusak Lutut

Lari sering dianggap sebagai olahraga yang bisa merusak sendi lutut karena memberikan tekanan berlebih pada kaki. Faktanya, penelitian dalam jurnal Human Movement Science menemukan bahwa berlari justru dapat meningkatkan massa otot kaki serta kepadatan tulang. Selama Anda memiliki kondisi lutut normal dan berat badan ideal, lari tidak akan menimbulkan masalah serius pada sendi lutut.

5. Waktu Terbaik Berolahraga Hanya Pagi Hari

Banyak orang meyakini bahwa olahraga paling baik dilakukan pada pagi hari karena udara lebih segar dan bisa meningkatkan metabolisme. Faktanya, tidak ada waktu yang benar-benar paling ideal untuk berolahraga.  Menurut American Heart Association, manfaat olahraga bisa dirasakan kapan saja selama dilakukan secara konsisten.

6. Olahraga Saja Cukup untuk Menurunkan Berat Badan

Sebagian orang percaya bahwa olahraga tanpa mengatur pola makan sudah cukup untuk menurunkan berat badan. Faktanya, menurunkan berat badan membutuhkan kombinasi antara aktivitas fisik dan pola makan sehat.

Olahraga memang membakar kalori, tetapi jika pola makan tidak terkontrol, usaha tersebut bisa sia-sia. Kunci sukses menurunkan berat badan adalah menyeimbangkan kalori yang masuk dan kalori yang keluar.