Militer China “Mengepung” Taiwan

Angkatan Laut China di dekat Pulau Hainan
Sumber :
  • https://www.nytimes.com/2018/04/18/world/asia/china-war-games-taiwan-.html

Taiwan, VIVA Bali – China mengumumkan pada Senin 29 Desember 2025 bahwa mereka melakukan latihan militer di sekitar Taiwan. Latihan militer yang diberi nama Just Mission 2025 ini akan berlanjut pada hari Selasa dan mencakup latihan untuk memblokade pelabuhan utama pulau tersebut dan mengepungnya.

img_title Siswa SMP Negeri 1 Denpasar Borong Medali di Ajang Inovasi Internasional Thailand

Ini menyusul dari pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanea Takaichi yang disinyalir akan mendukung Taiwan jika China melakukan invasi militer dan pengumuman pembelian senjata senilai 11,1 miliar dolar AS oleh Taiwan dari Amerika Serikat yang diprotes oleh pihak Beijing.

Dalam menanggapi hal tersebut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian dalam konferensi pers rutin mengatakan, “segala rencana jahat untuk menghalangi reunifikasi China pasti akan gagal”.

img_title BMKG Monitor Siklon Senyar dan Koto Lagi Main Tarik Menarik, Efek Fujiwhara Bakal Kena Indonesia?

Lin juga memperingatkan adanya potensi kekuatan lain di Taiwan hanya akan membuat potensi perang di Selat Taiwan semakin besar.  

“Kekuatan eksternal yang memanfaatkan Taiwan untuk membendung China dan mempersenjatainya hanya akan memperkuat arogansi prokemerdekaan dan menyeret Selat Taiwan ke situasi berbahaya yang berpotensi memicu perang,” kata Lin.

img_title Geopolitik Memanas, SBY Khawatir Nasionalisme Ekstrem Bisa Picu Perang Dunia 3

Dilansir dari Al Jazeera, Taiwan mendeteksi setidaknya 14 kapal angkatan laut China, 14 kapal penjaga pantai, dan 89 pesawat, 67 di antaranya memasuki zona respons Taiwan, kata para pejabat dalam konferensi pers siang hari.

Para analis mengatakan bahwa latihan militer Beijing semakin mengaburkan batas antara latihan militer rutin dan apa yang bisa menjadi persiapan serangan, sebuah strategi yang bertujuan untuk memberikan peringatan minimal kepada AS dan sekutunya tentang serangan tersebut.

Shi Yi, juru bicara Komando Teater Timur, menulis di platform media sosial Tiongkok Weibo bahwa latihan tersebut berfungsi sebagai "peringatan serius kepada pasukan separatis 'Kemerdekaan Taiwan' dan pasukan campur tangan eksternal".

Lebih lanjut Presiden Taiwan dikutip dari DW mengatakan China untuk tidak salah menilai situasi yang bisa menyebabkan ketengangan di kawasan. Lebih lanjut juru bicara presiden, Karen Kuo memberikan sebuah pernyataan kepada awak media.

“Menanggapi pengabaian otoritas Cina terhadap norma internasional dan penggunaan intimidasi militer untuk mengancam negara tetangga, Taiwan menyatakan kecaman kerasnya,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title