Lima Pendaki Gunung Batukaru Dievakuasi Tim SAR Tabanan

Evakuasi lima pendaki
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DPslnMQiYoW/?igsh=MTFsangzcXU5enVjdQ%3D%3D&img_index=2

Tabanan, VIVA Bali –Lima pendaki mengalami kelelahan saat menuruni Gunung Batukaru, Tabanan, pada Minggu dini hari, 12 Oktober 2025 sekitar pukul 01.00 Wita. Para pendaki tersebut diketahui bernama I.B Komang Tirtha (L/16), I.B Gede Agung (L/16), Putu Bayu Putra (L/16), Putu Gede Agus (L/19), dan Putu Wisma Yoga (L/16).

img_title Pagelaran Budaya Padangan Jadi Penggerak Ekonomi Desa Tabanan

Koordinator Pencarian dan Pertolongan, Dwi Jumi Antara, menjelaskan bahwa sembilan pendaki awalnya memulai pendakian pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 08.45 Wita melalui jalur Pura Malen. 

Dilansir dari akun Instagram resmi @kantorsar_denpasar, saat turun pukul 17.30 Wita, rombongan dibagi menjadi dua kelompok yaitu empat orang turun lebih dulu, sementara lima pendaki lainnya menyusul. Namun, di ketinggian 1.725 Mdpl, lima orang tersebut kelelahan hingga memerlukan bantuan tim SAR.

img_title Kejari Tabanan Sita 126 Dokumen Dugaan Korupsi BBM dan Makan Minum Dinkes

“Menindaklanjuti laporan tersebut, pukul 03.20 Wita kami bersama Tim SAR Gabungan bergerak naik mencari posisi target untuk memberikan pertolongan,” ujar Jumiantara. 

Ia menambahkan bahwa pada pukul 05.45 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kelima pendaki di ketinggian 1.534 Mdpl pada koordinat 08⁰ 19'53.63" S - 115⁰ 4' 37.45" E. Mereka dalam kondisi stabil, hanya mengalami kram otot, dan segera dievakuasi menuju Pura Malen.

img_title Koster Sebut Kasus Pengeroyokan di Tabanan Jadi Pengingat Makna Tumpek Krulut

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa laporan diterima dari pendaki lain yang bertemu dengan korban di jalur pendakian. 

“Laporan tersebut kami respons dengan mengerahkan tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng serta berkoordinasi dengan BPBD Tabanan, Polsek Pupuan, Potensi SAR, staf Kecamatan Pupuan, pemandu lokal, dan masyarakat,” jelas Sidakarya.

I Nyoman Sidakarya mengatakan bahwa operasi SAR resmi dihentikan setelah para pendaki berhasil ditemukan. Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan sebelum mendaki.

“Setelah target berhasil ditemukan, operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur ini resmi kami hentikan. Kami juga mengimbau para pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik dan perbekalan dengan matang sebelum mendaki Gunung Batukaru agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.