Tim SAR Hentikan Pencarian 2 Bocah yang Tenggelam di Pantai Kuta
- Dok. Humas Basarnas Denpasar/ VIVA Bali
Badung, VIVA Bali –Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian 2 bocah yang tenggelam di Pantai Kuta.
Penghentian ini dilakukan pada Sabtu, 13 Juni 2026 sekira pukul 16.00 Wita, setelah 7 hari pencarian.
“Berdasarkan evaluasi dan ketentuan batas waktu pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, yang secara intensif telah dilakukan melalui jalur darat, laut dan udara,” ungkap Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Juni Antara.
Dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id, pencarian terhadap 2 korban yakni Airlangga Andrianto usia 13 tahun dan Noval Aditya Saputra, usia 8 tahun telah dilakukan secara maksimal namun belum membuahkan hasil.
Selama 7 hari pelaksanaan operasi SAR, tim telah mengerahkan sejumlah alat utama yakni rubber boat, jetski milik Balawista serta helikopter Bell 412 milik SGI.
Pencarian menggunakan rubber boat menjangkau area seluas 3,31 nautical mile persegi, sementara jetski Balawista menyisir wilayah seluas 3,16 nautical mile persegi.
Untuk memperluas cakupan pencarian, helikopter Bell 412 milik SGi diterbangkan dengan area pencarian mencapai 8,21 nautical mile persegi.
Juni Antara berharap masyarakat pesisir dan para nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Bali dapat turut membantu dengan melaporkan kepada Basarnas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Kami mengharapkan kelompok nelayan dan masyarakat menemukan keberadaan korban agar segera melaporkan kepada Basarnas untuk melanjutkan proses evakuasinya," ucap Juni Antara.
Ia menegaskan, meskipun operasi SAR resmi dihentikan, pencarian dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila terdapat informasi, bukti, atau petunjuk yang akurat mengenai keberadaan kedua korban.
Dengan dihentikannya operasi tersebut, pemantauan dan koordinasi lintas sektor tetap dilakukan guna mengantisipasi perkembangan lebih lanjut terkait keberadaan korban tenggelam di Pantai Kuta.
Sebelumnya Airlangga dan Noval dilaporkan hilang terseret arus Pantai Kuta, saat mencoba mengambil bola yang terlempar ke laut.