Beras SPHP Dikeluhkan Rusak, Begini Cara Bulog Menyimpan dan Mengemasnya
- https://www.google.com/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/5090985/bulog-pastikan-kualitas-beras-dari-sisa-impor-pada-2024-tetap-terjaga
Sebelum dikemas, beras masuk ke mesin pemilah yang memisahkan kerikil dan potongan karung, sehingga setiap kemasan steril dan bebas benda asing.
Proses pengemasan juga menggunakan mesin agar berat isi tiap kemasan sama, dan beras yang jelek otomatis tersortir.
Setelah dikemas, beras SPHP disalurkan melalui berbagai saluran, mulai dari pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih, lembaga pemerintah seperti TNI-Polri, outlet binaan BUMN, hingga retail modern.
“Penyaluran memerlukan waktu karena permintaan besar. Kami pastikan distribusi masif agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Ahmad.
Meski ada keluhan, prosedur Bulog menunjukkan bahwa kualitas beras tidak sembarangan dijual.
Mulai dari penyimpanan, pengelolaan, pemeriksaan rutin, fumigasi, hingga pengemasan mekanis, semua dilakukan untuk meminimalkan kerusakan.
Masyarakat pun diimbau memahami proses ini, agar keluhan terkait kualitas beras SPHP bisa dikontekstualisasikan dengan prosedur pemeliharaan yang telah diterapkan.
Dengan sistem ini, Bulog berharap beras SPHP bisa bertahan lama dan tetap mendukung stabilisasi harga pangan nasional.
Meski tantangan kerusakan tetap ada, langkah-langkah pemeliharaan yang terstruktur diharapkan membuat distribusi beras pemerintah lebih efektif, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.