Pertanian RI Sumbang 14,35% PDB, Amran Bangga dan Sebut Petani Motor Ekonomi Rakyat
- Kementerian Pertanian
Jakarta, VIVA Bali –Pertanian Indonesia sumbang 14,35% PDB triwulan III-2025. Menteri Amran bangga, sebut petani kini bukan cuma penyedia pangan, tapi motor penggerak ekonomi rakyat.
Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan taringnya.
Melansir dari antaranews.com, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III-2025 mencapai 14,35 persen.
Angka ini menegaskan posisi pertanian sebagai pilar penting dalam perekonomian nasional.
“Pertanian tidak lagi hanya soal menanam dan panen. Sekarang, pertanian sudah menjadi motor ekonomi rakyat,” kata Amran saat memberikan keterangan pers. Kamis, 6 November 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai PDB sektor pertanian pada periode ini menembus Rp869,4 triliun, naik dari Rp822,6 triliun pada triwulan II tahun yang sama.
Jika dilihat dari pertumbuhan, sektor ini naik 3,32 persen secara kuartalan, 4,93 persen dibanding tahun lalu, dan pertumbuhan kumulatif mencapai 5,37 persen.
Angka tersebut menempatkan pertanian sebagai kontributor PDB terbesar kedua setelah industri pengolahan.
Amran menekankan, pencapaian ini menunjukkan ketahanan sektor pertanian di tengah tekanan ekonomi global.
“Pertanian adalah masa depan. Ia bukan hanya menghidupi bangsa, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Amran, capaian ini tidak lepas dari berbagai program pemerintah.
Di antaranya, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan infrastruktur irigasi, dan perluasan areal tanam.
Semua langkah ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Amran menyoroti pentingnya hilirisasi dan ekspor produk pertanian.
Dengan begitu, petani tidak hanya panen, tapi juga bisa menikmati nilai tambah dari produknya.
“Kita dorong hilirisasi dan ekspor agar petani menikmati hasil yang lebih besar,” kata Amran.
Di tengah dinamika ekonomi global, sektor pertanian tetap menjadi andalan.
Dari beras, jagung, sayur, hingga komoditas ekspor seperti kopi dan kelapa sawit, pertanian kini menjadi salah satu penggerak utama roda ekonomi rakyat.
Bagi Amran, momentum ini harus dijaga dan ditingkatkan.
“Kita harus terus inovatif, jangan hanya terpaku pada hasil panen. Nilai tambah dan akses pasar adalah kunci supaya pertanian benar-benar menjadi motor ekonomi rakyat,” tegas Amran.