Situasi Memanas, 22 Pendemo Dibawa ke Mapolda Bali
- Dok. Bithumas Polda Bali / VIVA Bali
Denpasar, VIVA Bali – Aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, memanas dan berujung ricuh. Sedikitnya 22 orang diamankan karena diduga bertindak anarkis dan membahayakan.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menerangkan tentang aksi tersebut. Aksi dimulai pukul 11.00 WITA, dihadiri sekitar 300 orang yang terdiri dari mahasiswa, driver ojol, LSM, LBH, dan AMP.
Untuk mengantisipasi situasi, Polda Bali menyiagakan sekitar seribu personel gabungan, termasuk Pecalang desa adat Pagan.
Perwakilan unjuk rasa kemudian menyerukan pembubaran DPR dan menuntut kejadian meninggalnya driver Ojol di Jakarta karena tertabrak Randis Polri, agar diproses secara hukum.
Selanjutnya, Dirsamapta Polda Bali naik ke podium untuk menenangkan massa dan menyampaikan bahwa tuntutan akan ditindaklanjuti. Namun sekitar pukul 15.30 WITA, situasi memanas. Massa berusaha memaksa masuk ke Mako Polda Bali dengan mendobrak gerbang utama serta melempar batu ke arah kantor dan petugas. Mereka juga melakukan aksi corat-coret di pintu dan tembok Mako Polda.
Akibat kericuhan itu, beberapa personel Polri mengalami luka-luka. "Untuk mengantisipasi keadaan, pasukan PHH Brimob dan Samapta Polda Bali bertindak tegas namun sesuai SOP memaksa para pendemo mundur dan berusaha membubarkan," kata Ariasandy.
Pendemo kemudian semakin anarkis dan membahayakan. "Kami mengamankan 22 orang yang paling aktif memprovokasi massa," terang KBP Ariasandy lebih lanjut.
Dari 22 orang tersebut, beberapa di antaranya berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Flores, dan Bali. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Polda Bali.
Kericuhan juga menyebabkan 8 personel Polri luka-luka serta 2 warga sipil yang kini dirawat di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Bali memberikan pesan agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas. "Unjuk rasa boleh dan itu sah, namun jangan anarkis. Kita ketahui bersama Bali hampir 70% hidup dari sektor pariwisata, kalau Kamtibmas terganggu otomatis akan mengganggu kunjungan wisatawan ke Bali. Terkait kejadian tersebut kami mengajak seluruh lapisan masyarakat mari kita jaga Bali yang kita cintai ini agar tetap ajeg, aman, dan damai," pesan KBP Ariasandy.