Komnas HAM Turun Tangan Usai Insiden Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob
- https://www.antaranews.com/berita/5072289/komnas-ham-beri-atensi-serius-atas-insiden-rantis-polisi-lindas-ojol
Jakarta, VIVA Bali – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan akan memberikan perhatian serius terhadap insiden tewasnya pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, saat pembubaran aksi demonstrasi di Jakarta Pusat.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah mengecam peristiwa tersebut dan menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi serta berpotensi melanggar hak asasi manusia.
“Untuk itu, Komnas HAM menaruh atensi yang sangat serius, kami akan turun ke lapangan untuk meminta sejumlah informasi pihak,” kata Anis Hidayah saat dihubungi di Jakarta, dilansir dari laman antaranews.com.
Komnas HAM meminta Polri untuk mengoordinasikan seluruh jajarannya agar menghormati, melindungi, dan memenuhi HAM ketika menghadapi massa aksi.
Selain itu, Anis Hidayah mengingatkan kebebasan berpendapat di muka umum adalah hak yang dijamin dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.
“Kami mengajak masyarakat tidak merasa takut atas peristiwa ini, tetapi untuk terus bisa menyampaikan pendapatnya di muka umum dengan cara-cara yang damai,” ujar Komnas HAM Anis Hidayah. Jumat 29 Agustus 2025.
Sebelumnya, sebuah rantis Brimob menabrak pengemudi ojol hingga tewas di Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Kemudian, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Kendaraan yang menabrak disebut melanjutkan perjalanan dan meninggalkan lokasi usai kejadian.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga korban saat menjenguk di RSCM.
“Kami menyampaikan belasungkawa dan juga minta maaf kepada keluarga almarhum terkait musibah yang terjadi,” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menambahkan, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak lingkungan tempat tinggal korban untuk mempersiapkan pemakaman serta keperluan lain yang dibutuhkan keluarga.
“Kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum,” ungkap Listyo Sigit Prabowo.
Sementara itu, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Polisi Abdul Karim menyebut tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam kendaraan rantis tengah diperiksa terkait insiden ini.
“Pemeriksaan dilakukan terhadap tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya,” kata Abdul Karim.
Diketahui, ketujuh anggota yang diperiksa di antaranya berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J