Throwback MotoGP Catalunya 2009, Rossi vs Lorenzo Jadi Duel Klasik Tak Lekang Waktu
- https://www.livegp.it/news/461844680198/motogp-flashback-catalunya-2009-il-sorpasso-impossibile-di-rossi
Jakarta, VIVA Bali –Tahun 2009 jadi saksi duel abadi di Circuit de Catalunya. Rossi dan Lorenzo saling tikam hingga tikungan terakhir, lahirlah salah satu balapan paling ikonik yang masih dibicarakan hingga kini.
Ada kalanya satu balapan mampu melampaui sekadar perebutan poin atau gelar, tetapi berubah menjadi legenda, dikenang, dan terus diceritakan bahkan puluhan tahun kemudian.
Begitulah yang terjadi di MotoGP Catalunya 2009, ketika Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo mengukir duel yang sampai kini masih disebut sebagai salah satu pertarungan terbaik sepanjang sejarah balap motor.
Melansir dari website MotoGP.com, di atas kertas MotoGP musim 2009 dihuni oleh banyak pebalap hebat.
Ada Casey Stoner dengan Desmosedici-nya yang brutal, Dani Pedrosa sebagai kebanggaan tuan rumah Spanyol, hingga nama-nama lain yang mengisi grid.
Namun, sorotan terbesar mengarah ke garasi Fiat Yamaha.
Dua rekan setim, Rossi si legenda hidup dan Lorenzo si bintang baru, saling berhadapan bukan hanya demi trofi, tapi juga demi status “siapa nomor satu” di dalam tim.
Situasi makin panas karena balapan digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya, yang dianggap sebagai kandang Lorenzo sekaligus lintasan favorit Rossi.
Balapan sejatinya berlangsung ketat sejak awal.
Namun, drama sesungguhnya hadir di lima lap penutup.
Rossi dan Lorenzo saling salip dengan manuver yang membuat penonton terpaku.
Setiap kali Lorenzo menekan, Rossi selalu punya jawaban, begitu pula sebaliknya.
Hingga memasuki lap terakhir, Lorenzo berada di depan.
Banyak yang menduga pertarungan selesai di sana, karena tikungan terakhir Catalunya bukanlah tempat ideal untuk menyalip.
Tapi Rossi, dengan insting yang membuatnya dijuluki The Doctor, justru menantang logika.
Saat motor Lorenzo meluncur mulus ke tikungan terakhir, Rossi menukik di sisi dalam.
Gerakan itu begitu berani, nyaris nekat, seolah melawan hukum fisika.
Dalam sekejap, Rossi berhasil menutup jalur dan menyentuh garis finis lebih dulu.
Penonton di tribun seketika bergemuruh. Komentator kehilangan kata-kata.
Dan dunia balap pun tercatatkan satu lagi kisah epik, Rossi mengalahkan Lorenzo tepat di kandang sendiri, di tikungan terakhir, pada lap terakhir.