Ijon-Ijon, Budaya Bahari dan Multifungsi Nelayan Lamongan
- https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4e/Perahu_Ijon-Ijon.jpg
Budaya, VIVA Bali –Perahu Ijon-Ijon, lambang kemaritiman khas nelayan pesisir Kabupaten Lamongan, telah lama diyakini oleh para pembuatnya sebagai perahu asli dan unik dari wilayah tersebut. Keyakinan ini diperkuat dengan penetapannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2022.
Penelitian yang dilakukan oleh Excella Al Fahreza dan Yuyun Suprapti dari Ilmu Perikanan, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, mengkaji lebih dalam persepsi para pembuat perahu terhadap konstruksi Ijon-Ijon, khususnya dalam lingkup budaya.
Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data secara purposive sampling di kampung nelayan pesisir Lamongan. Ditujukan juga untuk melihat kemanfaatannya bagi nelayan lokal di Lamongan.
Sejarah dan Karakteristik Kultura Perahu Ijon-Ijon
Ijon-Ijon pertama kali diperkenalkan pada tahun 1890 dan kemudian dikenal luas secara turun temurun oleh masyarakat di wilayah pesisir Lamongan, khususnya di Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran.
Bentuknya yang unik dan berbeda dari perahu lain, terutama pada ornamen dan corak warna, menjadikannya menarik untuk dikaji. Ornamen dan aksesori pada perahu Ijon-Ijon diyakini para pembuatnya memiliki makna budaya berbasis kepada kearifan lokal masyarakat Lamongan.
Dalam aspek ornamen, para pembuat perahu sangat meyakini bahwa corak lukisan yang ada pada badan Ijon-Ijon "tidak terdapat pada perahu lain" dan sudah ada sejak dulu tanpa mengalami perubahan. Keahlian untuk membuat ornamen khas ini juga merupakan keterampilan turunan.
Penelitian dari jurnal PENA Akuatika, Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan ini menunjukkan bahwa ornamen pada perahu Ijon-Ijon sangat representatif, mencerminkan adanya akulturasi budaya masyarakat pesisir Lamongan.
Perkembangan Bentuk dan Keterampilan Pembuatan
Meskipun ornamennya tetap, perahu Ijon-Ijon telah mengalami perkembangan bentuk dari waktu ke waktu. 100% responden setuju bahwa Ijon-Ijon mengalami perubahan bentuk. Perubahan utamanya adalah pergantian kemudi dari layar ke mesin.
Kemudian, adanya penambahan sekat box, dek, dan rumah-rumahan di atas perahu. Perubahan ukuran juga terjadi, dari yang semula kecil kini menjadi besar, memungkinkan perahu ini digunakan melaut lebih lama.
Mengenai keterampilan pembuatannya, mayoritas responden sangat setuju bahwa "Hanya orang tertentu yang memiliki keahlian dalam pembuatan perahu ijon ijon", suatu keahlian yang didapatkan secara turun temurun dari keluarga.