Manca, dari Ilmu Kebal jadi Pertunjukan Wisata Buton

Ilustrasi tari silat Manca dari Buton
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/fotografi-siluet-pria-meninju-udara-3oOPRnUKAsc?utm_content=creditShareLink&utm_medium=referral&utm_source=unsplash

Budaya, VIVA Bali –Manca, sebuah seni bela diri tradisional yang berakar kuat di Masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara, tak hanya menyimpan jurus dan keterampilan fisik. Ia adalah warisan budaya kaya yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Sejak dahulu, Manca telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Buton.

img_title Misteri Lawang Sewu, Gedung Seribu Pintu Penuh Cerita Mistis

Namun, seiring putaran zaman, fungsi Manca telah mengalami pergeseran mendasar. Yang tadinya merupakan ilmu wajib untuk membela diri dan menjaga keselamatan, kini telah bertransformasi menjadi seni pertunjukan yang indah, bahkan menjadi komoditas pariwisata.

 

img_title Mengenal Tradisi Perang Pandan Di Bali, Ritual Sakral Penuh Luka Tanpa Dendam

Benteng Diri dan Kematangan Spiritual

Bagi masyarakat Buton, Manca adalah seni yang harus diketahui dalam rangka membela diri ketika menghadapi ancaman. Pada hakikatnya, Manca berfungsi sebagai seni bela diri sejati, atau alat untuk mempertahankan diri.

img_title Sistem Adat Negeri Haruku dalam Tradisi Sasi Lompa

Saat Manca masih memposisikan dirinya sebagai seni bela diri, yang diutamakan bukanlah keindahan gerak, melainkan keberanian dan ilmu kebatinan. Jurus-jurus yang dipertunjukkan disebut bunga. Murid Manca wajib melalui proses awal yang disebut Padhole, yaitu menggulingkan diri di arena tertentu yang ditetapkan guru.

Guru Manca tidak hanya mengajarkan jurus, tetapi juga dikenal memiliki kesaktian dan merupakan seorang spiritualis yang tinggi. Nilai-nilai religi, etika, dan moralitas menjadi hal fundamental yang harus diajarkan sebelum melangkah pada pengajaran jurus. Jurus-jurus seperti jurus ular dan jurus harimau dikenal sangat sulit dipelajari karena membutuhkan kelenturan tubuh.

Perguruan-perguruan Manca tradisional seperti La Ali Wero terkenal mengajarkan jurus dan ilmu sakti, namun ilmu hanya diberikan kepada murid yang telah mencapai kematangan spiritual untuk mencegah penyalahgunaan. Manca klasik bertujuan membentuk kepribadian yang tangguh, berjiwa kesatria, bermoral, dan pantang menyerah.

 

Menuju Estetika dan Ekonomi Kreatif

Dalam perkembangannya, Manca mengalami pergeseran fungsi yang signifikan. Manca yang semula berfungsi sebagai seni bela diri yang penuh kekuatan magis, kini beralih fungsi sebagai seni pertunjukan/hiburan. Di sini, Manca tidak lagi mengutamakan kekuatan magis, melainkan bagaimana jurus-jurus Manca dipertunjukkan dengan gerakan yang indah.

Kini, Manca sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti pesta adat atau saat ghambiano ganda (akhir dari sebuah latihan Manca). Kepaduan gerak dengan iringan gendang menjadi elemen utama yang mengantarkan Manca semakin indah dipandang.

Halaman Selanjutnya
img_title