5 Jenis Buah yang Rawan untuk Penderita Diabetes, Perhatikan Konsumsinya

Anggur merupakan salah satu buah tinggi gula
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/several-bunch-of-grapes-760281/

Kesehatan, VIVA Bali – Diabetes adalah salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus terhadap pola makan, termasuk dalam memilih buah. Meski buah dikenal sehat karena kaya vitamin, mineral, dan serat, beberapa jenis buah memiliki kandungan gula alami (fruktosa) yang tinggi. Bagi penderita diabetes, konsumsi berlebihan buah tertentu justru dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Berikut adalah lima jenis buah yang perlu diwaspadai.

1. Mangga

Mangga termasuk buah tropis yang manis dan digemari banyak orang. Namun, mangga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Dalam 100 gram mangga, terdapat sekitar 14 gram gula. Penderita diabetes boleh mengonsumsi mangga, tetapi dalam jumlah sangat terbatas.

2. Anggur

Anggur, terutama anggur merah dan hitam, mengandung antioksidan yang bermanfaat, tetapi juga tinggi gula alami. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya membatasi porsi anggur hanya beberapa butir saja.

3. Pisang

Pisang matang memiliki kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi. Meskipun kaya kalium dan serat, konsumsi pisang berlebihan bisa memperburuk kondisi diabetes. Disarankan untuk memilih pisang yang belum terlalu matang jika ingin tetap menikmatinya.

4. Nanas

Nanas memiliki rasa manis-asam yang menyegarkan, tetapi kadar gula di dalamnya cukup tinggi. Indeks glikemik nanas juga tergolong sedang hingga tinggi, sehingga bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah dengan cepat.

5. Semangka

Semangka dikenal sebagai buah yang menyegarkan dan kaya air. Namun, buah ini memiliki indeks glikemik tinggi, meskipun kalorinya rendah. Bagi penderita diabetes, konsumsi semangka sebaiknya dibatasi agar tidak memicu lonjakan gula darah.

Bagi penderita diabetes, kunci utama bukan hanya memilih buah, tetapi juga mengatur porsi dan frekuensi konsumsinya. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat penting untuk menyesuaikan pola makan yang sehat. Mengganti buah-buahan dengan indeks glikemik rendah seperti apel, pir, atau beri bisa menjadi pilihan lebih aman untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.