Yuk, Kenali Mitos dan Fakta Tentang Matcha!

Mitos dan Fakta tentang Matcha
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/refreshing-iced-matcha-latte-on-wooden-tray-32529470/

Lifestyle, VIVA Bali – Matcha telah menjadi salah satu minuman yang akhir-akhir ini sangat digemari oleh berbagai kalangan. Tidak hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena citranya yang identik dengan gaya hidup sehat. Namun, di balik popularitasnya yang terus meningkat, muncul juga berbagai anggapan yang belum tentu benar terkait minuman ini.

Beberapa orang mengklaim bahwa matcha dapat menyembuhkan berbagai penyakit, sementara sebagian lain bingung membedakan antara jenis-jenis matcha yang beredar di pasaran. Tidak jarang, informasi yang beredar justru membuat banyak orang menjadi salah kaprah dalam memilih maupun mengonsumsinya. Pada artikel kali ini kita akan membahas beragam mitos dan fakta seputar matcha. Jadi, simak sampai selesai!

 Matcha Ceremonial Grade

Bagi pecinta matcha, istilah ceremonial grade dan culinary grade mungkin sudah tidak asing lagi. Namun menurut laman Tezumi, istilah-istilah ini sebenarnya tidak resmi dan tidak diatur oleh standar apapun sehingga setiap brand bebas menggunakannya tanpa acuan yang jelas. Meskipun sekilas bisa membantu kita dalam memberikan gambaran umum tentang matcha, label ini justru menciptakan kesan seolah-olah hanya ada dua jenis matcha saja. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks. Maka, istilah ceremonial grade lebih tepat disebut sebagai strategi pemasaran daripada jaminan kualitas. Dengan kata lain, ceremonial grade adalah mitos.

 Semakin Hijau, Semakin Baik

Salah satu hal yang paling sering kita dengar tentang matcha adalah aturan warna. Kita bisa membedakan kualitas matcha dengan melihat warna dari teh tersebut. Semakin hijau warnanya maka semakin bagus kualitasnya. Matcha yang berwarna hijau gelap cerah biasanya berasal dari teh yang dipanen awal, ditanam dengan teknik yang benar di tempat teduh, dan mengandung banyak klorofil. Warna hijau kekuningan cerah juga masih berkualitas baik. Hanya saja, biasanya dipanen lebih lambat dan mengandung klorofil lebih sedikit. Sementara matcha berwarna kusam atau cenderung coklat biasanya memiliki kualitas yang rendah. Jadi, bisa disimpulkan bahwa klaim ini adalah fakta.

 Bebas Kafein