Harga Tiket dan Tips Berkunjung ke Air Terjun Kembar Banyumala di Bali Utara

Pesona Air Terjun Banyumala
Sumber :
  • https://h7.cl/1igIl

Wisata, VIVA Bali – Bali tidak hanya soal hamparan pasir putih di Kuta atau gemerlap hiburan di Seminyak. Bagi mereka yang bersedia menempuh perjalanan ke arah utara, Pulau Dewata menyimpan sebuah rahasia kecantikan alam yang murni dan menyejukkan, yakni Air Terjun Banyumala. Dikenal dengan sebutan Banyumala Twin Waterfalls, destinasi ini menawarkan pesona air terjun kembar di tengah rimbunnya hutan tropis Desa Wanagiri.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

Surga di Dasar Lembah Wanagiri

Terletak di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Air Terjun Banyumala adalah definisi nyata dari "surga tersembunyi". Lokasinya berada di dasar sebuah lembah hijau yang asri. Berbeda dengan beberapa air terjun lain di Bali yang memiliki arus sangat deras dan suara menderu kuat, Banyumala menampilkan sisi yang lebih lembut.

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

Keunikan utamanya terletak pada bentuknya. Terdapat tiga aliran air terjun di sini, yang terbesar dan tertinggi berada tepat di tengah, sementara dua aliran yang lebih kecil mengapit di sisi kanan dan kiri. Air yang mengalir turun tidak langsung menghantam tanah, melainkan merayap perlahan melalui dinding tebing batu yang ditumbuhi tanaman merambat dan lumut hijau.

Perjalanan Menantang Menuju Keindahan Banyumala

img_title Ekowisata Bahari Wakatobi, Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Untuk menikmati kemegahan Banyumala, pengunjung harus melalui sedikit perjuangan yang justru menambah nilai petualangannya. Dari area parkir, Anda harus melakukan trekking selama kurang lebih 15 hingga 20 menit menuruni anak tangga alami yang terbuat dari tanah dan kayu.

Sepanjang perjalanan, indra Anda akan dimanjakan oleh udara pegunungan yang sangat segar, aroma tanaman cengkeh dan kopi milik warga setempat, serta simfoni alam dari kicauan burung. Jalur ini memang cukup curam dan bisa menjadi sangat licin saat musim hujan, sehingga pengunjung disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman dan berhati-hati. Namun, rasa lelah akibat menuruni bukit akan langsung sirna begitu kabut air tipis mulai menyentuh kulit dan suara gemericik air terdengar dari kejauhan.

Kolam Alami dengan Air Sebening Kristal

Tepat di bawah jatuhnya air terjun, terdapat sebuah kolam alami yang terbentuk secara permanen. Kolam ini memiliki diameter sekitar 15 meter dengan kedalaman yang cukup aman bagi orang dewasa, yaitu setinggi dada atau sekitar 1 hingga 2 meter.

Halaman Selanjutnya
img_title