Kembalinya Planetarium Jakarta, Bawa Teknologi Virtual AI

Belajar Benda Langit di Planetarium
Sumber :
  • https://www.rumah123.com/seo-cms/assets/Teater_Bintang_ab6f0be40f/Teater_Bintang_ab6f0be40f.webp

Wisata, VIVA Bali – Planetarium dan Observatorium Jakarta bukan sekadar bangunan berkubah di pusat kota. Sejak berdiri, tempat ini telah menjadi simbol rasa ingin tahu masyarakat Indonesia terhadap luasnya alam semesta. Terletak di kawasan strategis Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Planetarium Jakarta memegang peranan vital sebagai pusat edukasi astronomi tertua di Indonesia yang terus beradaptasi dengan kemajuan zaman.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

Jejak Sejarah Visi Besar Bung Karno

Sejarah Planetarium Jakarta bermula dari visi besar Presiden pertama RI, Soekarno. Dia memprakarsai pembangunan fasilitas ini pada tahun 1964 sebagai upaya untuk memperkenalkan sains kepada masyarakat luas dan mengikis takhayul. Bung Karno membayangkan sebuah tempat di mana rakyat Indonesia bisa duduk di bawah kubah raksasa untuk menyaksikan simulasi langit yang megah.

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

Pembangunannya memakan waktu beberapa tahun hingga akhirnya diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin dan mulai dibuka untuk umum pada 1 Maret 1969. Saat itu, Planetarium Jakarta menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan teknologi proyektor mutakhir dari Carl Zeiss, Jerman. Tanggal pembukaan tersebut hingga kini diperingati sebagai hari jadi Planetarium Jakarta.

Kebangkitan Setelah 13 Tahun "Mati Suri"

img_title Ekowisata Bahari Wakatobi, Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Planetarium Jakarta sempat mengalami masa vakum yang cukup panjang sejak tahun 2012 akibat kendala teknis dan perlunya renovasi menyeluruh. Namun, penantian panjang ini berakhir pada akhir tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Planetarium Jakarta resmi dibuka kembali pada 23 Desember 2025 dengan wajah baru yang jauh lebih modern.

Revitalisasi ini membawa perubahan signifikan, baik dari segi infrastruktur maupun teknologi. Kini, Planetarium hadir dengan konsep yang lebih futuristik, imersif, dan edukatif, menjawab tantangan era digital dan kecerdasan buatan.

Teater Bintang dan Virtual AI

Daya tarik utama Planetarium tetap berada pada Teater Bintang. Di bawah kubah raksasanya, pengunjung kini dapat menikmati simulasi langit dengan proyektor generasi terbaru yang menghasilkan gambar lebih tajam dan realistis. Kursi penonton telah diperbarui menjadi lebih ergonomis untuk kenyamanan selama pertunjukan yang berlangsung sekitar 50 hingga 60 menit.

Inovasi terbaru yang cukup mencuri perhatian adalah kehadiran asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI). AI Virtual Host ini bertugas menyambut dan memandu pengunjung, memberikan informasi seputar benda langit dengan cara yang interaktif. Selain Teater Bintang, fasilitas observatorium juga ditingkatkan dengan teleskop modern yang memungkinkan publik mengikuti kegiatan peneropongan benda langit, seperti gerhana, komet, atau oposisi planet, tergantung pada fenomena alam yang sedang berlangsung.

Halaman Selanjutnya
img_title