Pesona Abadi Warisan Purba Geopark Ciletuh

Air Terjun Cikaso, Geopark Ciletuh
Sumber :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Air_terjun_Cikaso

Untuk benar-benar menyelami pesona Geopark Ciletuh, wisatawan dianjurkan meluangkan waktu 2-3 hari untuk menjelajahi destinasi utamanya yang tersebar di delapan kecamatan. Dua spot utama menawarkan pemandangan spektakuler yang mengabadikan formasi Amfiteater Ciletuh:

img_title Hiu Paus Botubarani: Wisata Bahari yang Mengutamakan Konservasi

1.       Puncak Darma: Berada di ketinggian sekitar 230 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Puncak Darma adalah titik wajib kunjungan. Dari sini, pengunjung dapat menikmati panorama komplit Bumi Pasundan, perpaduan cakrawala laut, aliran sungai yang berkelok, dan hamparan perbukitan hijau.

2.      Bukit Panenjoan: Spot ini dikenal sebagai titik paling ideal untuk menyaksikan formasi tapal kuda Amfiteater Ciletuh secara menyeluruh, serta menjadi lokasi favorit untuk menikmati momen matahari terbenam yang magis.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

3.      Curug Cimarinjung: Dianggap sebagai primadona kawasan. Curug setinggi 50–60 meter ini memiliki aliran deras yang memukau, dikelilingi tebing tinggi berwarna kecokelatan yang eksotis. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Palangpang.

4.      Curug Sodong: Tak kalah menawan, curug yang satu ini juga dikenal sebagai "Curug Kembar" karena memiliki dua aliran air yang jatuh secara berdampingan.

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

5.      Curug Awang: Sering dijuluki "Niagara mini" karena bentukan aliran airnya yang lebar dan deras, menciptakan pemandangan yang dramatis, terutama saat debit air tinggi.

6.      Curug Cikaso: Curug bergradasi biru yang terletak di perbatasan kawasan dan sering digabungkan dalam paket wisata eksplorasi Geopark.